Pengamat: Status RI sebagai Emerging Market jaga kepercayaan investor
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai keputusan MSCI mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market sebagai kabar positif bagi pasar modal.
Status tersebut dinilai penting untuk memastikan Indonesia tetap berada dalam radar investor institusi global dan dana investasi internasional yang menjadikan indeks MSCI Emerging Markets sebagai acuan penempatan dana.
>>> Trump Perkirakan Iran Setujui Kesepakatan dalam 60 Hari
"Dengan tetap bertahannya status tersebut, risiko keluarnya dana asing secara besar-besaran akibat perubahan klasifikasi pasar dapat dihindari sehingga memberikan stabilitas yang lebih baik bagi pasar saham domestik," ujar Hendra dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Meski demikian, MSCI menurunkan penilaian Indonesia pada kriteria Information Flow dari sebelumnya positif menjadi negatif.
Menurut Hendra, catatan itu menunjukkan MSCI masih menaruh perhatian terhadap aspek transparansi pasar, terutama terkait keterbukaan struktur kepemilikan saham, kualitas arus informasi, serta konsentrasi kepemilikan yang dinilai berpotensi memengaruhi pembentukan harga saham yang wajar.
"MSCI secara tegas menyoroti keterbukaan informasi dan aksesibilitas pasar bagi investor global.
Catatan ini menjadi pengingat bahwa Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan tata kelola, likuiditas, dan kualitas pasar modal agar semakin dipercaya investor internasional," katanya.
Keberlanjutan status Emerging Market ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan regulator dan pelaku pasar dalam memperbaiki kualitas tata kelola dan transparansi.
Hendra menuturkan sejumlah aspek yang perlu diperkuat, antara lain peningkatan free float emiten, perlindungan investor, keterbukaan informasi perusahaan tercatat, serta efisiensi mekanisme perdagangan di bursa.
"Jika reformasi berjalan efektif, bukan hanya status Emerging Market yang dapat dipertahankan, tetapi Indonesia juga berpotensi memperoleh peningkatan bobot investasi global di masa mendatang," jelasnya.
Update Terbaru
DPD: Indonesia Butuh Pemimpin Berkarakter di Tengah Arus Globalisasi
Sabtu / 20-06-2026, 15:52 WIB
5 Rekomendasi Face Cream Anak untuk Melembapkan dan Mencerahkan
Sabtu / 20-06-2026, 15:52 WIB
Dean Zandbergen Soroti Penunjukan John Herdman sebagai Pelatih Timnas Indonesia
Sabtu / 20-06-2026, 15:48 WIB
IHSG Menguat 2,82% ke Level 6.177 pada Pekan Ketiga Juni 2026
Sabtu / 20-06-2026, 15:45 WIB
CORTIS Terpukau Sambutan COER di Red Carpet Allo Bank Festival 2026
Sabtu / 20-06-2026, 15:44 WIB
Miguel Almiron Kartu Merah Akibat Larangan Menutup Mulut
Sabtu / 20-06-2026, 15:44 WIB
Simpatisan MBG Malang Raya Kawal Target 82,9 Juta Penerima Manfaat
Sabtu / 20-06-2026, 15:40 WIB
5 HP Rp1,2 Juta dengan Performa Terbaik di Juni 2026
Sabtu / 20-06-2026, 15:36 WIB
Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Bersembunyi di Game Dewasa
Sabtu / 20-06-2026, 15:36 WIB
Perancis Bakal Juara Piala Dunia 2026 Gegara Tinggi Badan?
Sabtu / 20-06-2026, 15:36 WIB
TVS Indonesia Pamerkan Kendaraan Niaga Baru di Jakarta Fair 2026
Sabtu / 20-06-2026, 15:36 WIB
Investasi Reksa Dana dan Obligasi Bantu Jaga Nilai Aset Finansial
Sabtu / 20-06-2026, 15:36 WIB
Sambut HUT ke-499 Jakarta, Archipelago Hotels Gelar Promo Flash Campaign
Sabtu / 20-06-2026, 15:36 WIB
Tiga Wasit Tiongkok Pimpin Laga Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026
Sabtu / 20-06-2026, 15:36 WIB






