Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa Iran akan menyetujui kesepakatan final dalam waktu 60 hari setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Pernyataan itu disampaikan Trump pada Jumat (19/6) di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland.

in1

>>> Jepang Naikkan Biaya Visa hingga Lima Kali Lipat Mulai Juli 2026

Ia menegaskan bahwa jika tidak ada kesepakatan dalam 60 hari terhitung sejak Kamis (18/6), "kami akan melakukan hal-hal yang tidak akan membuat mereka senang."

Meski demikian, Trump menambahkan, "Saya rasa itu tidak akan sampai terjadi."

Teks MoU menyebutkan bahwa kedua pihak berkomitmen untuk bernegosiasi dan mencapai kesepakatan final dalam waktu maksimal 60 hari.

Jangka waktu itu dapat diperpanjang dengan persetujuan bersama.

>>> Anne Hathaway Ungkap Pelajaran Hidup Setelah Menjadi Ibu

Pembicaraan AS-Iran yang dijadwalkan di Swiss pada Jumat telah ditunda tanpa penjelasan resmi. Sejumlah laporan media menyebut Iran menarik diri sebagai respons terhadap serangan Israel di Lebanon.

Sebelumnya, Trump mengatakan kepada NBC News bahwa ia telah berbicara dengan para pemimpin Israel dan mendesak mereka menyetujui gencatan senjata dengan Hizbullah.

"Ini hal yang positif," ujarnya.

>>> Kilau Nipis Luncurkan Kampanye Piring Bersih Alami di JFK 2026

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan bahwa putaran baru pembicaraan antara Israel dan Lebanon akan digelar di Washington DC pekan depan.