Pemerintah Amerika Serikat dan Iran kembali melanjutkan jalur diplomasi untuk membahas kesepakatan damai serta masa depan hubungan kedua negara yang selama ini memanas akibat konflik kawasan Timur Tengah.

Langkah tersebut mencuat setelah utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Steve Witkoff, dikabarkan terbang ke Swiss untuk mengikuti proses negosiasi lanjutan bersama delegasi Iran pada Sabtu (20/6/2026).

in1

>>> PBB Peringatkan Risiko Ebola Meningkat di Kamp Pengungsian Kongo

Dalam keterangan resmi yang dikutip CNN International dari pejabat Amerika Serikat, delegasi Washington tetap melanjutkan agenda diplomatik meski sebelumnya pembicaraan sempat mengalami penundaan akibat persoalan teknis dan logistik.

Selain Steve Witkoff, menantu Donald Trump, Jared Kushner, juga disebut diperkirakan ikut terbang ke Swiss guna memperkuat proses negosiasi yang kini menjadi perhatian dunia internasional.

Pertemuan tersebut dinilai penting karena Amerika Serikat dan Iran tengah berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan pembahasan kesepakatan final yang akan menjadi dasar hubungan baru kedua negara di masa mendatang.

Para negosiator dari kedua pihak saat ini menghadapi tenggat waktu selama 60 hari untuk mencapai kesepakatan akhir terkait perjanjian damai yang sebelumnya telah dibahas dalam nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).

Jika kesepakatan berhasil dicapai, langkah itu diperkirakan dapat membuka jalan bagi meredanya konflik di sejumlah wilayah Timur Tengah, sekaligus memperbaiki hubungan diplomatik antara Washington dan Teheran setelah bertahun-tahun berada dalam ketegangan.

MoU Damai Sudah Ditandatangani Lebih Dulu

Sebelumnya, tim negosiasi Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan bertemu di Swiss pada Jumat (19/6/2026) untuk melanjutkan pembahasan terkait kesepakatan damai kedua negara.

Namun, agenda diplomatik tersebut batal terlaksana setelah Kementerian Luar Negeri Swiss mengumumkan adanya penundaan pertemuan.