>>> WHO: Pemangkasan Dana Global Ancam Penanggulangan HIV di Asia-Pasifik

Penundaan itu semakin diperkuat setelah Gedung Putih menyatakan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance tidak jadi berangkat ke Swiss bersama delegasi Washington.

in1

Hingga kini, pihak Gedung Putih belum memberikan penjelasan rinci mengenai alasan pembatalan perjalanan tersebut.

Juru bicara Gedung Putih hanya menyebut bahwa proses negosiasi internasional memang kerap menghadapi berbagai kendala teknis dan situasi yang sulit diprediksi.

“Logistik dari negosiasi ini tidak pernah sederhana atau dapat diprediksi,” ujarnya seperti dikutip Reuters.

Meski pertemuan resmi mengalami penundaan, proses diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran ternyata tetap berjalan.

Kedua negara diketahui telah lebih dahulu menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang menjadi dasar awal menuju kesepakatan damai permanen.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan secara daring pada Rabu (17/6/2026) oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

>>> Siapa Anak dan Istri Icuk Nugroho? Pemeran Preman Pensiun yang Meninggal Dunia, Benarkah Bukan Orang Sembarangan?

Saat proses penandatanganan berlangsung, Donald Trump diketahui berada di Prancis, sementara Presiden Iran Masoud Pezeshkian tetap berada di Teheran.