Parfum ternyata memiliki masa simpan terbatas, sama seperti produk kecantikan lainnya. Wewangian yang sudah kedaluwarsa masih bisa digunakan, tetapi menyimpan risiko bagi kesehatan.

Pakar wewangian dari Fragrance Foundation menyatakan bahwa parfum rata-rata bertahan antara tiga hingga lima tahun. Masa simpan ini dihitung sejak botol pertama kali disemprotkan dan terpapar udara.

in1

>>> Orang Tua dan Murid di Batam Gelar Pawai Dukung Program MBG

Oksigen yang masuk ke dalam botol memulai proses oksidasi yang mengubah molekul kimia di dalamnya.

Parfum dengan konsentrasi minyak atsiri tinggi seperti Eau de Parfum (EDP) biasanya bertahan lebih lama daripada Eau de Toilette (EDT).

Ciri Parfum yang Rusak

Cara termudah mendeteksi parfum kedaluwarsa adalah dengan mencium perubahan aroma yang drastis. Produk yang rusak biasanya mengeluarkan bau asam seperti cuka atau aroma minyak tengik.

>>> Pegadaian Gelar Khitan Massal Gratis di Seluruh Kantor Wilayah

Perubahan visual juga bisa menjadi indikator. Cairan parfum yang kedaluwarsa sering berubah warna menjadi lebih gelap atau tampak keruh.

Dampak pada Kulit

Menyemprotkan parfum kedaluwarsa pada pakaian relatif aman, tetapi penggunaan langsung pada kulit sangat tidak disarankan. Zat kimia yang teroksidasi berpotensi memicu gangguan kesehatan pada area kulit sensitif.

>>> Profil Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting yang Go Public

American Academy of Dermatology melaporkan bahwa pemakaian parfum kedaluwarsa dapat menyebabkan dermatitis kontak. Efek samping yang sering muncul meliputi iritasi, kulit kemerahan, rasa gatal, hingga reaksi alergi.