Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan mantan Direktur Utama Kebun Binatang Surabaya (KBS) Choirul Anwar sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana pakan hewan.

Kerugian negara dalam perkara ini mencapai sekitar Rp10,2 miliar.

>>> Cara Cek Status Bansos BPNT Juli 2026 di HP dengan NIK KTP

Aspidsus Kejati Jatim I Gede Punia mengungkapkan bahwa lebih dari separuh dana tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.

Nilainya mencapai sekitar Rp7,4 miliar.

"Dari sekitar Rp10 miliar ini, ada sekitar Rp7,4 (miliar) dipergunakan untuk kepentingan pribadi, berdasarkan bukti-bukti kita bisa peroleh bahwa itu dipergunakan untuk kepentingan diri sendiri," kata Punia.

Dana tersebut seharusnya digunakan untuk perawatan satwa, termasuk kebutuhan pakan hewan. Namun, ditemukan adanya pengurangan penggunaan anggaran yang tidak sesuai dengan pertanggungjawaban.

"(Seharusnya) untuk perawatan satwa, salah satunya pakan binatang, faktanya ada dikurangi, ya. Artinya pertanggungjawabannya itu ada tapi tidak dibuat dengan sebenarnya, dengan maksimal," ucap Punia.

Kejati Jatim menduga tindak pidana korupsi ini tidak dilakukan seorang diri. Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan barang bukti.

>>> Lamine Yamal Puncaki Daftar Pemain dengan Valuasi Tertinggi

"Tentu kami sedang melakukan berdasarkan bukti-bukti ini kan kami terus melakukan pendalaman, ya. Karena korupsi enggak mungkin ada 1 orang, ya.

Nah ini nanti kita akan update lagi kepada teman-teman semua," kata Punia.

Sebelum menetapkan Choirul Anwar sebagai tersangka, penyidik telah memeriksa sedikitnya 20 orang saksi.

Pemeriksaan bahkan menelusuri sejumlah fakta sejak 2013 sebelum akhirnya menemukan dugaan tindak pidana korupsi pada periode 2016 hingga 2024.

"Total saksi ada 20 orang saksi. Bahkan dari tahun 2013.

Kita ikuti, ya, jadi ini kita dari 2013 kan kita laksanakan ini sampai 2024 ini. Nah tapi ini di saat ini dari 2016 sampai 2024 yang kita temukan.

>>> Emiten Prajogo Pangestu PTRO Gelontorkan Rp1,19 Triliun Borong Saham SINI

Nah dan ini perhitungan sementara, ya. Nanti kita akan update lagi nanti ke depannya," ucap Punia.