Gelandang tim nasional Ghana, Thomas Partey, dipastikan tidak dapat membela negaranya pada pertandingan pembuka Grup L Piala Dunia 2026 melawan Panama.

Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion BMO Field, Toronto, pada 17 Juni 2026.

>>> Barcelona Kunci Gelar Juara La Liga Usai Tekuk Real Madrid

Penyebabnya adalah penolakan permohonan visa oleh pemerintah Kanada.

Partey, yang kini berusia 32 tahun dan bermain untuk Villarreal di Liga Spanyol, tidak bisa ikut perjalanan dari kamp latihan timnas Ghana di Amerika Serikat menuju Kanada.

FIFA telah mengonfirmasi kendala administratif yang dialami mantan pemain Arsenal tersebut.

Dalam pernyataannya, FIFA menyebut bahwa Partey tidak dapat melakukan perjalanan dari Boston ke Kanada karena permohonan visanya ditolak.

Badan sepak bola dunia itu juga menjelaskan bahwa pemerintah negara tuan rumah memiliki kewenangan penuh dalam menentukan izin masuk.

Hal ini sesuai dengan regulasi FIFA pada turnamen-turnamen sebelumnya.

>>> Instagram, Facebook, dan Threads Alami Gangguan Massal Global

Penolakan visa ini diduga terkait dengan perkara hukum yang masih menjerat Partey di Inggris.

Kepolisian Metropolitan London telah mendakwa Partey atas lima tuduhan pemerkosaan dan satu tuduhan kekerasan seksual pada Juli 2025, ditambah dua tuduhan pemerkosaan pada Februari 2026.

Meskipun Partey menyatakan tidak bersalah atas seluruh dakwaan dalam persidangan September 2025 dan April 2026, regulasi Kanada memperbolehkan penolakan masuk bagi individu yang terlibat perkara pidana.

Otoritas imigrasi Kanada menekankan prioritas pada keselamatan dan keamanan warga selama Piala Dunia.

Partey, yang mencatat 32 penampilan bersama Villarreal musim 2025-2026, masih berpeluang tampil pada dua laga berikutnya.

>>> Merenungkan Kondisi Kelas Menengah di IDE Katadata Future Forum 2026

Ghana akan menghadapi Inggris di Boston pada 23 Juni dan Kroasia di Philadelphia pada 27 Juni.