>>> Australia Hadapi Thailand di Final Piala AFF U-19 2026

"Ini adalah contoh hebat dari apa yang coba kami lakukan," ujar Rich Hickey, Chief Creative Officer Moonbug.

"Penceritaan yang inklusif dan belajar lewat bermain—semuanya terlihat jelas dalam episode tersebut."

Terkait tuduhan bahwa ritme CoComelon memicu kecanduan, Rich Hickey menegaskan studio selalu meyakini konten mereka sudah sesuai dengan target usia penonton.

Dia memaparkan bahwa Moonbug memproduksi variasi video yang disesuaikan dengan ritme aktivitas harian anak, termasuk video beritme lambat untuk mengantarkan tidur dan video beritme cepat untuk memicu pergerakan fisik.

Sejak berawal dari animasi alfabet sederhana karya sutradara komersial Jay Jeon pada 2006, kekayaan intelektual CoComelon telah bertransformasi menjadi salah satu produk industri hiburan bernilai tertinggi.

Karakter utama JJ baru diperkenalkan ke publik pada 2017 sebelum performanya melesat tajam.

Perjalanan komersial platform animasi ini mencatat sejumlah pencapaian masif dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2020, CoComelon menjadi saluran YouTube yang paling banyak ditonton secara global dengan rata-rata 3,5 miliar penayangan per bulan, sekaligus memulai debut di Netflix dengan memecahkan rekor peringkat.

Hak atas CoComelon dibeli oleh Moonbug yang berbasis di London pada 2020, sebelum akhirnya dicaplok oleh Candle Media yang dipimpin mantan eksekutif Disney, Kevin Mayer dan Tom Staggs, senilai 3 miliar dolar AS atau sekitar Rp53,34 triliun.

Platform streaming raksasa Disney+ telah mengamankan hak tayang eksklusif untuk konten ini di platform mereka.

>>> Transmart Full Day Sale Diskon Mesin Cuci Sharp Front Load 7 Kg

Melalui kemitraan ilmiah bersama peneliti UCLA, Moonbug berupaya mempertahankan imperium bisnis digital global ini sekaligus memulihkan rasa percaya para orang tua.