Bapanas Gandeng Satgas Pangan Tindak Pedagang Beras Nakal
Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satuan Tugas Pangan Polri memperketat pengawasan distribusi dan harga beras di berbagai daerah.
Langkah ini untuk menindak tegas pedagang yang menaikkan harga atau memicu kelangkaan di tengah melimpahnya stok nasional.
>>> IHSG Melonjak 7,38 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp 10.524 Triliun
Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa stok beras nasional saat ini melimpah. "Beras kita melimpah.
Jangan mempermainkan di lapangan karena kami sudah minta Satgas turun ke lapangan. Tidak ada yang langka," ujarnya.
Kondisi pasar saat ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena peningkatan produksi domestik yang besar. Pemerintah tidak perlu merespons lonjakan harga dengan kebijakan impor.
Andi Amran menyebutkan stok beras saat ini mencapai 5,3 juta ton. "Kemampuan gudang kita 3 juta ton.
Kita sudah sewa 2,3 juta ton dan ini tertinggi selama merdeka," katanya.
Ketersediaan stok tersebut merupakan dampak positif dari pencapaian swasembada beras nasional pada tahun 2025. "Kalau dulu stok di Bulog hanya 1 juta ton kemudian harga naik, kesimpulannya impor.
Sekarang berbeda. Kita surplus.
Kita sudah swasembada," ujar Andi Amran.
>>> Empat Cara Menenangkan Sistem Saraf untuk Kurangi Stres
Laporan Rice Outlook Mei 2026 dari USDA mencatat Indonesia sebagai satu-satunya negara dalam kelompok produsen besar yang memiliki total produksi tahunan di atas 30 juta ton.
Andi Amran memperingatkan seluruh pedagang beras di Indonesia untuk tidak mempermainkan harga. "Kami sudah sepakat dengan Satgas Pangan, seluruh Dirkrimsus se-Indonesia.
Kami putuskan kita pantau dan yang nakal kita tindak," tegasnya.
Selain pengawasan ketat, Bapanas menginstruksikan Perum Bulog untuk mengoptimalkan penyaluran beras premium ke sektor ritel modern guna mengisi kekosongan pasokan komersial.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan bahwa di ritel modern masih ada beras, meski tidak banyak.
"Ini kesempatan Bulog masuk. Bulog kan punya Befood, Punokawan, Setra Ramos.
Nah Bulog mengisi kekurangan suplai, jadi bukan langka," jelasnya.
Data Bapanas per 12 Juni 2026 menunjukkan stok beras komersial Bulog berada di angka 11.400 ton.
>>> Harga Komoditas Unggas Menguat Sepanjang Mei 2026
Realisasi pengadaan komersial mencapai 45.500 ton dari total pengadaan nasional sebesar 3,1 juta ton.
Update Terbaru
Kementerian ESDM Awasi Migrasi Konsumen ke Pertalite Pascakenaikan Harga Pertamax
Sabtu / 13-06-2026, 17:12 WIB
Welcome to Demon School, Iruma-kun Season 4 Rilis Visual dan Trailer Baru
Sabtu / 13-06-2026, 17:08 WIB
Pemerintah Resmi Naikkan Tunjangan Guru ASN dan Non-ASN
Sabtu / 13-06-2026, 17:08 WIB
Dishub DKI Tiadakan Car Free Day Akhir Pekan Ini karena Acara Internasional
Sabtu / 13-06-2026, 17:08 WIB
Pemprov DKI Jakarta Tiadakan Car Free Day Akhir Pekan Ini
Sabtu / 13-06-2026, 17:07 WIB
TSMC Kembangkan Teknologi CoPoS untuk Pangkas Biaya Produksi Chip AI
Sabtu / 13-06-2026, 17:07 WIB
Kenali 10 Ciri Orang Bermental Kuat dalam Menghadapi Tekanan Hidup
Sabtu / 13-06-2026, 17:03 WIB
Cara Mudah Mengaktifkan BPJS Kesehatan yang Tidak Aktif Secara Online
Sabtu / 13-06-2026, 17:02 WIB
Dua Hatchback Listrik dari Prancis dan China Mirip Kembar, Terinspirasi Reli
Sabtu / 13-06-2026, 17:00 WIB
Jennifer Coppen Resmi Menikahi Justin Hubner di Uluwatu, Bali
Sabtu / 13-06-2026, 17:00 WIB
Saham SpaceX Melonjak 19%, Valuasi Tembus Rp 2.100 Triliun
Sabtu / 13-06-2026, 16:57 WIB
Samsung Galaxy A27 5G Resmi Meluncur dengan Layar Punch Hole dan Snapdragon 6 Gen 3
Sabtu / 13-06-2026, 16:56 WIB
Indonesia Imbang Tanpa Gol Lawan Kamboja di Babak Pertama Perebutan Tempat Ketiga Piala AFF U-19
Sabtu / 13-06-2026, 16:56 WIB
Honor Siapkan X80 Pro Max dengan Baterai Raksasa 11.000 mAh
Sabtu / 13-06-2026, 16:53 WIB






