Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mengkaji penyesuaian tarif batas atas (TBA) tiket pesawat. Langkah ini menyusul usulan kenaikan dari pelaku industri penerbangan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan hal tersebut setelah menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Kamis (11/6/2026).

>>> Othman Jual Nasi Lemak Rp4 Ribuan Selama 30 Tahun di Malaysia

Pemerintah saat ini memfokuskan langkah awal pada penyelarasan biaya tambahan komparatif. Hal ini untuk merespons fluktuasi harga bahan bakar sebelum melakukan evaluasi menyeluruh terhadap regulasi tarif.

"TBA-nya sudah dibicarakan, tapi sementara yang dilakukan adalah penyesuaian untuk fuel surcharge," kata Dudy Purwagandhi.

Kebijakan penyesuaian kompensasi biaya operasional ini akan diterapkan secara dinamis. Penyesuaian mengacu pada perkembangan indikator ekonomi makro yang memengaruhi sektor penerbangan.

"Jadi sesuai dengan kenaikan avtur atau kurs, itu disesuaikan menyelaraskan fuel surcharge-nya," ujar Dudy.

Langkah evaluasi komprehensif terhadap batas tertinggi harga tiket baru akan dilaksanakan setelah kesepakatan jangka pendek dengan maskapai berjalan.

>>> Studi Washington University: Kurang Tidur Tingkatkan Kecemasan Ibu Hamil

"Itu nanti akan kami evaluasi dan sementara saat ini disepakati oleh para airlines bahwa yang diberlakukan adalah fuel surcharge yang di-adjust," ujar Dudy.

Proses revisi regulasi tarif ini telah memasuki fase finalisasi formulasinya. Revisi bertujuan mengantisipasi dinamika biaya operasional ke depan.

Kemenhub menyatakan revisi diupayakan berjalan cepat dengan tetap menyeimbangkan kepentingan maskapai dan perlindungan konsumen.

Asosiasi maskapai nasional sebelumnya mendesak perubahan batas tarif. Formula lama yang ditetapkan pada 2019 dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi ekonomi terkini.

"Ada klausul untuk di-review dan direvisi bila dua variabel tersebut berubah tinggi namun mekanismenya ribet atau kompleks," ujar Bayu Sutanto, Sekretaris Jenderal INACA.

>>> Korlantas Polri Siapkan SIM Digital untuk Pantau Pelanggaran Lalu Lintas

Penerapan mekanisme penyesuaian yang lebih fleksibel ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan industri penerbangan nasional. Selain itu, maskapai juga bisa menawarkan harga lebih rendah saat musim sepi kunjungan.