Seorang pedagang bernama Othman (72) mempertahankan harga nasi lemak sebesar 50 sen atau sekitar Rp4.000 per porsi di Sungai Bayor, Perak, Malaysia.

Ia sudah menjalankan usaha ini selama 30 tahun.

>>> Studi Washington University: Kurang Tidur Tingkatkan Kecemasan Ibu Hamil

Hidangan legendaris dengan harga terjangkau itu dilaporkan oleh Detik Food yang mengutip media lokal Says.

Setiap porsi nasi berbentuk piramida kecil dilengkapi sambal belacan, ikan teri, dan seperempat telur rebus.

Saat pertama kali berjualan, Othman menjual nasi lemak seharga 30 sen atau sekitar Rp1.200. Kemudian harga naik menjadi 50 sen dan bertahan hingga kini.

Dalam sehari, Othman mampu menjual 300 bungkus nasi lemak dengan pendapatan kotor Rp1,2 juta. Namun, keuntungan bersihnya hanya berkisar Rp66 ribu hingga Rp88 ribu per hari.

>>> Korlantas Polri Siapkan SIM Digital untuk Pantau Pelanggaran Lalu Lintas

Bersyukur Meski Untung Tipis

Meskipun pendapatan bersih kecil, Othman bersyukur dagangannya tetap diminati. "Orang selalu tanya kenapa masih jual 50 sen, ada untungnya kah?

Saya cuma senyum saja, karena memang kalau dihitung untungnya tidak seberapa," ujarnya.

Ia menambahkan, "Alhamdulillah saya bersyukur karena masih mampu bertahan." Pernyataan itu dikutip dari BERNAMA melalui Says.

Fenomena nasi lemak murah juga terjadi di tempat lain.

>>> DPR Naikkan Batas Bawah Target Penerimaan Negara KEM PPKF 2027

Pemilik Warung Hasmida di Malaysia menjual nasi lemak seharga 2 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp8.834 per porsi sejak 2006.