Memilih jadwal penerbangan sering kali didasarkan pada harga tiket atau kesesuaian agenda. Namun, pakar menyarankan untuk lebih cermat dalam memilih jam terbang guna mengurangi risiko gangguan perjalanan.

CEO Blackjet, Dean Rotchin, mengungkapkan bahwa penerbangan terakhir dalam sehari memiliki risiko paling tinggi. "Penerbangan terburuk untuk dipesan adalah penerbangan terakhir dalam sehari.

>>> Wakapolri Tinjau SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Lahirkan Generasi Unggul

Penerbangan itu membawa semua dampak keterlambatan dari penerbangan-penerbangan sebelumnya," katanya dikutip dari Southern Living.

Rotchin menjelaskan bahwa operasional penerbangan bekerja seperti efek domino. Pesawat, awak kabin, dan gerbang keberangkatan berjalan berurutan sepanjang hari.

Keterlambatan sejak pagi dapat terus berlanjut hingga malam, saat ruang pemulihan sudah habis.

Selain itu, jika penerbangan malam mengalami gangguan, pilihan pengganti sangat terbatas. "Tanpa banyak pilihan cadangan.

Satu penerbangan lanjutan yang terlewat bisa membuat penumpang terdampar semalaman di kota yang tidak direncanakan," ujar Rotchin.

Penerbangan Pagi Juga Punya Kekurangan

Meski penerbangan pagi sering dianggap terbaik, Rotchin menilai waktu tersebut memiliki kelemahan.

"Keberangkatan pukul 05.00 pagi terdengar bagus sampai Anda menyadari bandara hanya beroperasi dengan jumlah petugas minimum dan nyaris belum ada yang buka.

>>> Said Abdullah Soroti Rendahnya Rumah Layak Huni di Madura, Baru 71 Persen

Penumpang naik ke pesawat dalam kondisi mengantuk, mudah kesal, dan tidak siap menghadapi gangguan apa pun," jelasnya.

Pada jam sangat pagi, jumlah petugas layanan pelanggan dan teknisi masih terbatas. Jika muncul masalah teknis, proses penanganan bisa memakan waktu lebih lama dibandingkan siang hari.

Hari perjalanan juga memengaruhi kelancaran. Rotchin menyebut Jumat sore sebagai waktu paling padat karena pertemuan antara pebisnis dan wisatawan akhir pekan.

"Penerbangan Jumat sore mempertemukan pelancong bisnis, wisatawan, dan kabin yang penuh karena kelebihan pemesanan. Mereka semua berebut ruang di bagasi kabin," katanya.

Bagi yang memiliki jadwal fleksibel, ia menyarankan berangkat pada Kamis atau Sabtu pagi.

Penerbangan pada malam menjelang hari libur besar juga sebaiknya dihindari karena bandara padat dan gangguan kecil seperti cuaca buruk dapat memicu keterlambatan meluas.

Secara umum, Rotchin menilai jadwal pertengahan pagi (mid-morning departures) sekitar pukul 09.00 waktu setempat sebagai pilihan paling ideal.

>>> Israel Larang Keluarga Palestina di Tepi Barat Gunakan Kamar Mandi Sendiri

Pada rentang tersebut, akumulasi keterlambatan belum besar dan operasional bandara sudah berjalan optimal.