Airbus sedang mempersiapkan pembaruan praktis terbesar untuk jet komersial terkecilnya, A220. Pesawat ini akan mendapatkan kabin Airspace baru dengan kompartemen bagasi yang lebih besar dan ringan.

Menurut laporan industri, A220-300 akan hadir dalam konfigurasi berkapasitas tinggi 160 kursi yang ditargetkan mendapatkan sertifikasi pada 2027.

>>> Celtic Imbang 2-2 Lawan AC Milan di Laga Uji Coba

Penambahan sepuluh kursi ini menjadi sorotan utama.

AirAsia Jadi Pelanggan Perdana

AirAsia resmi menjadi pelanggan pertama untuk tata letak 160 kursi setelah memesan 150 unit A220-300 secara pasti.

Airbus menyatakan kapasitas tambahan berasal dari sepuluh kursi ekstra dan pintu darurat tambahan di setiap sisi, bukan dari peregangan badan pesawat atau tipe pesawat baru.

Hingga akhir Mei 2026, A220 mencatatkan 1.109 pesanan historis dan 517 pengiriman.

Namun, jadwal sertifikasi perlu dicermati: laporan industri menyebut target sertifikasi 2027, sementara lembar fakta Airbus Juni 2026 masih mencantumkan versi 160 kursi sebagai "sertifikasi akan datang".

Pengiriman pertama AirAsia diperkirakan pada 2028, sehingga 2027 lebih dipahami sebagai target sertifikasi, bukan jaminan penerbangan penumpang perdana.

Dampak Lingkungan dan Kabin Baru

Airbus mengklaim A220 menggunakan 25 persen lebih sedikit bahan bakar dan menghasilkan 25 persen lebih sedikit karbon dioksida per kursi dibandingkan jet lorong tunggal kecil generasi sebelumnya.

Emisi nitrogen oksida juga dilaporkan sekitar 40 persen lebih rendah dari tolok ukur regulasi CAEP/8.

Dengan kapasitas 160 kursi, bahan bakar per kursi dapat berkurang sekitar 6 persen jika jumlah bahan bakar yang sama dibagi ke lebih banyak kursi.

Namun, efisiensi per kursi tidak sama dengan emisi total yang lebih rendah. Riset ICCT memperingatkan bahwa pertumbuhan lalu lintas dapat mengalahkan keuntungan dari pesawat yang lebih efisien.