Pemerintah federal Amerika Serikat meluncurkan inisiatif baru untuk merekrut para veteran militer yang memiliki pengalaman mengemudikan kendaraan berat militer menjadi sopir truk komersial.

Departemen Perhubungan (DOT) mengumumkan kampanye lintas lembaga yang disebut "Freedom Haulers" pada Jumat lalu. Program ini bertujuan mengisi kekurangan tenaga kerja di industri angkutan truk nasional.

>>> Salahdine Parnasse Resmi Gabung UFC, Langsung Headliner Paris Lawan Dan Hooker

Menteri Perhubungan Sean Duffy menyatakan bahwa veteran memiliki keterampilan yang tepat untuk beralih ke profesi sopir truk.

"Truk membutuhkan presisi, kemandirian, dan disiplin yang mereka tempa di militer — tidak ada yang lebih baik untuk menghadapi tantangan ini," ujar Duffy dalam pernyataannya.

Kampanye ini pertama kali diusulkan oleh Presiden Donald Trump awal bulan ini. Pemerintah juga akan menjalankan iklan untuk mempromosikan program tersebut.

Veteran yang berminat harus memperoleh Surat Izin Mengemudi Komersial (CDL).

Mereka yang memiliki pengalaman mengemudikan kendaraan militer berat dapat mengajukan keringanan dari Federal Motor Carrier Safety Administration untuk menghindari uji jalan yang dianggap redundan.

Menurut DOT, veteran yang telah bertugas setidaknya tiga tahun memenuhi syarat untuk mendapatkan pelatihan yang didanai oleh Departemen Urusan Veteran (VA).

>>> Implan Mata Pemulih Penglihatan bagi Tunanetra Dapat Izin Edar di Eropa

Batas biaya kuliah VA biasanya menanggung seluruh biaya pelatihan.

Langkah ini diambil di tengah penindakan terhadap sopir truk asing.

DOT telah mencabut ribuan izin komersial dan mengeluarkan sopir dari rute karena gagal membaca dan berbicara bahasa Inggris, sesuai persyaratan hukum federal.

Pemerintah beralasan tindakan itu untuk menyingkirkan "sopir asing berbahaya" dari jalan raya, sebagai bagian dari kebijakan anti-imigran yang lebih luas.

Industri truk, seperti industri pelayaran internasional, mengalami tekanan berat dalam setahun terakhir.

Selain pencabutan ribuan izin, perusahaan dan sopir menghadapi kesulitan ekonomi akibat tarif, kenaikan harga bahan bakar karena perang dengan Iran, serta dampak dari penutupan pemerintah tahun lalu.

>>> Trailer Perdana Blade Runner 2099 Rilis, Konfirmasi Tayang 2026

Pada Juni lalu, tarif angkutan truk naik lebih dari seperempat dibandingkan tahun sebelumnya, menurut analis industri.