BAKTI Kominfo: Starlink Bukan Ancaman, Justru Bantu Pemerataan Internet
Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital menilai kehadiran layanan internet satelit Starlink di Indonesia tidak menjadi ancaman bagi konektivitas nasional.
Lembaga pemerintah ini memandang seluruh penyedia layanan internet, termasuk Starlink, sebagai bagian dari solusi memperluas jaringan telekomunikasi.
>>> TVRI Gandeng Telkomsel dan Folago untuk Live Streaming Piala Dunia 2026
Langkah ini selaras dengan fokus utama BAKTI dalam menyediakan akses internet di kawasan yang belum terjangkau layanan komersial.
Starlink Bukan Pesaing, Melainkan Mitra
Direktur Utama BAKTI, Fadhilah Mathar, mengungkapkan bahwa pemerintah menghadapi keterbatasan kapasitas serta anggaran dalam membangun infrastruktur telekomunikasi.
"Kalau Starlink itu bukan saingan, kalau kami memandang semua penyedia mau Starlink atau yang lain adalah solusi untuk membantu kapasitas BAKTI atau pemerintah yang memang tidak banyak kan sebenarnya kapasitasnya," ujar Fadhilah dalam kunjungan ke Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Fadhilah menjelaskan bahwa BAKTI mengemban mandat yang berbeda dari penyedia layanan telekomunikasi komersial.
Pihaknya tidak membangun jaringan untuk wilayah perumahan atau menyasar pelanggan rumah tangga secara langsung.
Pembangunan infrastruktur oleh BAKTI difokuskan pada fasilitas publik yang menjadi pusat pelayanan masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Kita di lokasi-lokasi layanan publik, sekolah, puskesmas, kantor desa, pos-pos TNI, UMKM, rumah-rumah ibadah.
>>> Enam Chatbot AI Diuji Prediksi Juara Piala Dunia 2026, Spanyol dan Perancis Unggul
Tapi untuk perumahan kita tidak bangun dan itu pasarnya Starlink dan kita juga sangat terbantu," cetus Fadhilah.
Menurut penilaian Fadhilah, kemandirian masyarakat dalam mengakses internet lewat skema komersial akan membuat penyerapan anggaran negara menjadi lebih efektif.
Subsidi pemerintah kemudian dapat dialokasikan khusus bagi wilayah dan kelompok warga yang benar-benar membutuhkan.
"Semakin kecil subsidi yang bisa diberikan pemerintah berarti kan masyarakat semakin mandiri.
Dan memang kan seharusnya lebih baik mereka memanfaatkan secara komersil dibandingkan invest yang diberikan oleh pemerintah," paparnya.
Pemerintah tetap memegang kendali untuk menjamin ketersediaan layanan komunikasi di lokasi yang dinilai tidak menguntungkan secara bisnis bagi operator.
>>> Makna dan Penjelasan Ending Film Backrooms (2026)
Di sisi lain, kehadiran pemain global seperti Starlink memperluas alternatif pilihan bagi publik untuk memperoleh koneksi internet.
Update Terbaru
Achraf Hakimi Jadi Andalan Maroko Hadapi Brasil di Piala Dunia 2026
Minggu / 14-06-2026, 07:48 WIB
Harga BBM Naik, Pemilik Mobil Mulai Lirik Motor Matik Premium
Minggu / 14-06-2026, 07:48 WIB
Harga Pertamax Naik, Pemilik Mobil Mulai Melirik Motor Matik Premium
Minggu / 14-06-2026, 07:47 WIB
Brasil Imbang 1-1 Lawan Maroko di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Minggu / 14-06-2026, 07:44 WIB
Pekerja Copot Nama Trump dari Fasad Kennedy Center
Minggu / 14-06-2026, 07:44 WIB
Inter Milan Incar Mastantuono dan Camavinga Usai Marotta Temui Perez
Minggu / 14-06-2026, 07:43 WIB
Transjakarta Sediakan Tiga Rute Khusus Menuju Jakarta Fair 2026
Minggu / 14-06-2026, 07:42 WIB
Amy Qanita Ungkap Pesan Hidup dan Doa untuk Raffi Ahmad
Minggu / 14-06-2026, 07:40 WIB
IDAI: Prevalensi Alergi Protein Susu Sapi pada Anak Capai 7,5 Persen
Minggu / 14-06-2026, 07:40 WIB
Pemilih Swiss Gelar Referendum Pembatasan Populasi 10 Juta Jiwa
Minggu / 14-06-2026, 07:40 WIB
Dean Huijsen Berlatih di Bali Usai Dicoret dari Skuad Spanyol
Minggu / 14-06-2026, 07:37 WIB
Timnas Jerman Targetkan Kemenangan Besar Atas Curacao di Piala Dunia 2026
Minggu / 14-06-2026, 07:37 WIB
Juventus Incar Brahim Diaz, Real Madrid Perpanjang Kontrak hingga 2030
Minggu / 14-06-2026, 07:37 WIB
Jerman Hadapi Curaçao pada Laga Pembuka Grup E Piala Dunia 2026
Minggu / 14-06-2026, 07:36 WIB






