Australia Khawatirkan Ketergantungan pada Starlink Milik Elon Musk
Pemerintah Australia mulai mengkhawatirkan risiko keamanan akibat ketergantungan yang tinggi terhadap layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk.
Kekhawatiran ini mencuat di tengah rencana penawaran saham perdana (IPO) SpaceX pada 12 Juni 2026, seperti dikutip dari Bloomberg.
>>> Mekkah: Kota Suci dengan Sejarah Panjang dan Peran Spiritual bagi Umat Islam
Dokumen resmi pemerintah melalui mekanisme Freedom of Information (FOI) memperlihatkan kecemasan para pejabat terhadap meluasnya penggunaan Starlink.
Layanan ini telah jamak digunakan oleh masyarakat, operator telekomunikasi, hingga lembaga negara setempat.
Kekhawatiran utama muncul karena infrastruktur telekomunikasi tersebut dimiliki oleh entitas asing. Alhasil, kendali penuh operasional berada di luar kendali hukum otoritas Australia.
Sekitar 200.000 warga Australia tercatat telah mengaktifkan layanan Starlink pada 2025.
Jumlah pengguna diproyeksikan terus melonjak setelah operator besar seperti Telstra dan Optus bekerja sama dengan SpaceX untuk menyediakan koneksi seluler di area blank spot.
Departemen Dalam Negeri Australia menilai sifat operasional Starlink yang berbasis di luar negeri membawa risiko stabilitas layanan.
Pemerintah setempat merasa tidak memiliki kontrol langsung atas jaringan satelit yang mengorbit di ruang angkasa tersebut.
Australian Signals Directorate (ASD) turut mengamini adanya risiko pertahanan nasional dari dominasi asing ini.
Lembaga intelijen siber tersebut menyatakan bahwa korporasi swasta pemegang hak satelit memegang kendali yang terlalu masif.
“Pengaruh ini dapat melampaui kapasitas regulasi masing-masing negara, sehingga menimbulkan kekhawatiran mengenai kedaulatan dan perlindungan kepentingan nasional,” tulis ASD.
Ketergantungan administrasi publik terhadap teknologi Elon Musk ini terpantau terus menebal.
Pemerintah federal Australia dilaporkan telah mengucurkan dana sedikitnya 7,13 juta dolar Australia untuk belasan kontrak pengadaan Starlink.
Update Terbaru
PT Multi Bintang Indonesia Bagikan Dividen Final Rp 781 Miliar
Jumat / 12-06-2026, 14:29 WIB
Bukan Tuan Rumah, Portugal Raup Rp19 Triliun dari Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 14:29 WIB
Breakfast Mewah di Trans Luxury Hotel Surabaya, Promo Hingga 19 Juni
Jumat / 12-06-2026, 14:28 WIB
Pemerintah Sediakan Layanan Online untuk Cek Desil Bansos Juni 2026
Jumat / 12-06-2026, 14:28 WIB
DPR Minta APBN 2027 Lindungi Daya Beli Kelas Menengah
Jumat / 12-06-2026, 14:28 WIB
BEI Hentikan Perdagangan Efek pada 16 Juni 2026
Jumat / 12-06-2026, 14:28 WIB
IHSG Anjlok 30%, Valuasi Murah Bisa Jadi Peluang Investor
Jumat / 12-06-2026, 14:28 WIB
Toyota Kijang Innova Reborn Tetap Laris dan Mampu Saingi Generasi Baru
Jumat / 12-06-2026, 14:27 WIB
Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Divonis 30 Tahun Penjara
Jumat / 12-06-2026, 14:26 WIB
Toyota Kijang Innova Reborn Masih Laris, Penjualan Hampir Salip Innova Zenix
Jumat / 12-06-2026, 14:26 WIB
Kemenhaj Pulangkan 66.137 Jemaah dan Petugas Haji Indonesia
Jumat / 12-06-2026, 14:25 WIB
Triumph Tiger 900 Alpine Edition Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp 725 Juta
Jumat / 12-06-2026, 14:25 WIB
Garena Bagi-Bagi Kode Redeem Free Fire 12 Juni 2026, Buruan Klaim
Jumat / 12-06-2026, 14:25 WIB
Tecno POVA 8 Resmi Meluncur dengan Layar Dot Matrix Unik dan Baterai 8000 mAh
Jumat / 12-06-2026, 14:24 WIB






