Australia Khawatirkan Ketergantungan pada Starlink Milik Elon Musk
Nilai tersebut membubung hingga lebih dari 50 juta dolar Australia jika diakumulasikan dengan belanja pemerintah negara bagian.
Salah satunya adalah kontrak senilai 41 juta dolar Australia untuk memasang perangkat Starlink pada armada NSW Rural Fire Service.
>>> Polri Perpanjang Larangan Sirene 'Tot Tot Wuk Wuk' untuk Pengawalan
Tantangan Regulasi Global
Pakar Hukum Antariksa dari Flinders University, Joel Lisk memaparkan bahwa yurisdiksi Australia sebenarnya memiliki instrumen hukum untuk mengikat Starlink.
Namun, melakukan pengawasan ketat terhadap ribuan satelit aktif di luar teritorial tetap memicu kesulitan teknis.
“Semua negara menghadapi persoalan yang sama. Jika tidak mengizinkan layanan seperti SpaceX beroperasi, masyarakat bisa dirugikan.
Namun jika diizinkan, muncul pertanyaan tentang sejauh mana negara dapat mengendalikan layanan tersebut,” kata Lisk.
Friksi regulasi ini bukan hal baru mengingat SpaceX sempat bersitegang dengan otoritas hukum Australia.
Pada 2025, regulator telekomunikasi mendapati Starlink abai dalam kewajiban pelaporan keluhan pelanggan dan sempat menerima sanksi terkait metode promosi.
Di sisi lain, SpaceX tengah mematangkan langkah melantai di bursa NASDAQ lewat IPO komersial terbesar tahun ini.
Suntikan modal dari pasar saham rencananya akan dialokasikan untuk ekspansi masif konstelasi satelit global mereka.
Starlink saat ini dikategorikan sebagai aset vital nasional di bawah payung hukum infrastruktur penting Australia.
Status khusus ini mewajibkan Starlink memitigasi risiko operasional serta membuka transparansi struktur kepemilikan modalnya kepada pemerintah.
Perusahaan internet satelit ini juga terikat lisensi resmi di bawah pengawasan Otoritas Komunikasi dan Media Australia (ACMA).
Meski demikian, sinkronisasi berbagai aturan berlapis tersebut dinilai masih rumit dijalankan secara praktis.
Menurut Joel Lisk, dinamika kendala ini bersifat global dan dihadapi oleh banyak negara.
>>> Penulis AS Jane Yolen Meninggal Dunia pada Usia 87 Tahun
Otoritas di berbagai belahan dunia masih terus beradaptasi mencari formula terbaik guna mengimbangi lompatan teknologi satelit yang bergerak sangat cepat.
Update Terbaru
Pemerintah Butuh Likuiditas Masif untuk Wujudkan Janji Kampanye dan Program Prioritas
Jumat / 12-06-2026, 16:01 WIB
Apple Hadirkan Fitur Perbaikan Software Otomatis Tanpa Komputer
Jumat / 12-06-2026, 16:01 WIB
Investasi Reksadana USD Tetap Menarik di Tengah Suku Bunga Global Tinggi
Jumat / 12-06-2026, 16:00 WIB
Pancasakti Group Gelar Ajang Lari Jelang IPO Tahun 2029
Jumat / 12-06-2026, 16:00 WIB
Timnas Indonesia Naik ke Peringkat 118 Ranking FIFA
Jumat / 12-06-2026, 16:00 WIB
Cara Cek Status BPJS Kesehatan 2026 Pakai NIK KTP, Cepat dan Mudah
Jumat / 12-06-2026, 16:00 WIB
Cut Meyriska dan Roger Danuarta Serahkan Bukti ke Polisi Terkait Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel
Jumat / 12-06-2026, 15:57 WIB
Luxeed Klaim SUV Baru Dirancang Eks Kepala Desainer Ferrari, Italia Ragu
Jumat / 12-06-2026, 15:57 WIB
Manchester United Incar Lewis Hall untuk Perkuat Pertahanan
Jumat / 12-06-2026, 15:57 WIB
Ekonomi Inggris Menyusut 0,1 Persen Akibat Konflik Timur Tengah
Jumat / 12-06-2026, 15:56 WIB
Investasi Apartemen: Tantangan Unit Kosong dan Beban Biaya Operasional
Jumat / 12-06-2026, 15:56 WIB
Ekonom Prediksi Rupiah Berpotensi Menguat ke Level Rp17.000 per Dolar
Jumat / 12-06-2026, 15:56 WIB
Manchester United Incar Lewis Hall dari Newcastle United
Jumat / 12-06-2026, 15:56 WIB
Barcelona Batal Permanenkan Marcus Rashford, Arsenal Siap Menampung
Jumat / 12-06-2026, 15:52 WIB






