FBI telah menangkap seorang pria berusia 21 tahun dari Florida yang diduga mengoperasikan kampanye malware melalui platform Steam.

Skema ini dilaporkan mencuri sekitar $220.000 dalam bentuk cryptocurrency.

>>> Trailer The Rings of Power Season 3: Sauron Ciptakan Cincin Kekuasaan

Menurut penyelidik federal, skema tersebut berlangsung selama hampir dua tahun. Tersangka menyembunyikan malware pencuri kata sandi di dalam game yang dapat diunduh.

Dakwaan menyebutkan tersangka bekerja sama dengan beberapa rekan untuk mengompromikan komputer korban setelah mereka menginstal game yang terinfeksi.

Departemen Kehakiman AS mengidentifikasi beberapa game yang diduga mengandung malware, termasuk PirateFi, Lunara, BlockBlasters, dan Lampy. Dalam kasus Lampy, perangkat lunak berbahaya diperkenalkan melalui pembaruan pasca-rilis.

Malware tersebut diduga mengumpulkan kata sandi yang tersimpan di komputer korban. Hal ini memungkinkan pelaku mengakses dompet cryptocurrency dan mencuri aset digital.

>>> Lando Norris Raih Pole Position Grand Prix Hungaria 2026

Otoritas juga mengklaim kelompok tersebut mempromosikan game yang terinfeksi melalui media sosial. Mereka menggunakan bot otomatis untuk menargetkan pengguna yang diyakini memiliki kepemilikan kripto dalam jumlah besar.

Penyelidik akhirnya melacak Bitcoin yang dicuri setelah digunakan untuk membeli kartu hadiah yang membayar layanan seperti Uber Eats.

Hal ini membantu mengidentifikasi tersangka.

>>> Jawaban Puzzle Connections NYT 25 Juli 2026: Kategori Keluarga hingga Mata Uang Afrika

Game yang terpengaruh telah dihapus dari Steam awal tahun ini saat FBI menyelidiki distribusi malware. Kasus ini menyoroti risiko keamanan siber yang berkembang di pasar game digital.