Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat lonjakan signifikan penggunaan layanan internet satelit di wilayah 3T Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Peningkatan trafik terjadi di sejumlah titik di Pulau Maratua, terutama di fasilitas publik dan militer. Kehadiran konektivitas ini menjadi bukti pentingnya pemenuhan kebutuhan digital di wilayah terluar Indonesia.

>>> Survei: Mayoritas Orang Tua Belum Aktif Awasi Aktivitas Internet Anak

Pelaksana Tugas Direktur Infrastruktur BAKTI Komdigi, Darien Aldiano, menyatakan tren positif ini terlihat dari statistik penggunaan di lapangan.

Infrastruktur yang dibangun kini beroperasi maksimal melayani warga.

"Di lokasi Pos TNI AL Pulau Maratua, penggunaan layanan akses internet sudah tinggi.

Terlihat sampai di titik puncak 100 Mbps di bulan Mei atau satu bulan terakhir," kata Darien.

Pencapaian ini dinilai luar biasa karena koneksi yang digunakan berbasis satelit, bukan kabel optik. Karakteristik geografis wilayah terluar memerlukan teknologi nirkabel jarak jauh dengan tantangan stabilitas kecepatan.

"Karena untuk koneksi satelit sampai 100 Mbps itu pencapaian yang sangat baik.

Kalau optik 100 Mbps itu hal biasa karena menggunakan kabel fisik, sedangkan satelit ini tidak ada kabel fisik melainkan gelombang frekuensi, tapi bisa mencapai 100 Mbps," papar Darien.

Selain pos militer, fasilitas publik seperti Kantor Kepala Kampung Payung-Payung mencatat trafik 50 Mbps dengan 339 pengguna.

>>> Klarifikasi Lengkap Raffi Ahmad Usai Terseret Kasus Suap Bea Cukai

SDN 001 Payung-Payung mencatat trafik hampir 40 Mbps yang diakses 502 pengguna, sedangkan Pos TNI AL digunakan 368 pengguna.

Tingginya utilisasi data menjadi indikator kuat bahwa masyarakat setempat sangat membutuhkan interkoneksi digital. Fasilitas ini digunakan aktif untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, administrasi desa, dan pemenuhan informasi harian.