"Dapat disimpulkan memang layanan akses internet yang disediakan oleh BAKTI ini sangat bermanfaat, terlihat dari tingkat mobilitas dan utilisasinya yang tinggi," kata Darien.

Seluruh ekosistem jaringan di pulau terluar ini mengandalkan pasokan bandwidth dari Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1).

Satelit multifungsi milik pemerintah ini merupakan salah satu terbesar di Asia dan dirancang menjangkau titik buta komunikasi.

Pengoperasian infrastruktur ini menjadi tonggak kemandirian teknologi nasional karena dikelola secara mandiri oleh tenaga kerja lokal.

Keberhasilan ini menjawab keraguan mengenai kemampuan teknis mengatasi kendala geografis di wilayah kepulauan.

>>> WhatsApp Luncurkan Fitur Dua Akun dalam Satu Aplikasi untuk iPhone

"Kita cukup bangga di mana negara kita dengan segala tantangan geografisnya, punya satelit yang betul-betul milik pemerintah dan dioperasikan langsung oleh SDM-SDM lokal Indonesia di 11 gateway, serta bisa memberikan layanan sampai dengan 100 Mbps di satu titik," ujar Darien.