Telkom Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap penguatan budaya perusahaan melalui Culture Festival TelkomGroup 2026.

Acara yang mengusung tema 'Unshaken: Keeping Culture Relatable When Everything Shifts' ini menjadi wadah bagi para penggerak budaya untuk berbagi pengalaman dan memperkuat kolaborasi.

>>> Xiaomi Rilis REDMI Note 15 Series, HP Rp2 Jutaan dengan Kamera 108 MP dan Baterai 6.000 mAh

Kegiatan diawali dengan diskusi panel yang menghadirkan perwakilan dari berbagai unit, mulai dari Witel, Regional, hingga Operating Company (OpCo).

Para peserta saling bertukar cerita mengenai tantangan dan praktik terbaik dalam menerapkan nilai-nilai perusahaan di lingkungan kerja yang beragam.

Inspirasi dari Para Ahli

Culture Festival juga menghadirkan Mindfulness Practitioner Santosa Indonesia Adjie Santosoputro serta Founder & CEO Choky Sitohang Speaking Incorporation, Choky Sitohang.

Adjie mengingatkan bahwa perubahan adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan dunia kerja.

Sementara itu, Choky menekankan pentingnya membangun budaya saling menghargai sebagai fondasi organisasi yang sehat.

"Perubahan akan lebih mudah dijalani ketika kita saling mendukung, saling menghargai, dan tumbuh bersama sebagai satu tim," ujar Choky.

Apresiasi untuk Penggerak Budaya

Dalam kesempatan yang sama, Telkom memberikan penghargaan Best Culture Agent/Culture Booster kepada para agen perubahan yang konsisten sepanjang 2025.

>>> Dikeroyok Massa hingga Tewas di Tabanan, Sosok Pencuri Ayam Ini Ternyata Memiliki Catatan Kriminal sebagai Residivis

Sebelumnya, perusahaan juga telah melaksanakan Culture Assessment yang melibatkan seluruh unit kerja di lingkungan TelkomGroup.

Hasil evaluasi diumumkan melalui Culture Award: Best Corporate Culture Implementation dalam rangkaian HUT ke-61 Telkom Indonesia.

Witel Suramadu, Telkom Regional 2, Enterprise Business Strategy, Divisi Wholesale Service, dan Telin berhasil meraih predikat The Winner di kategori masing-masing.