Bukalapak Tinggalkan E-Commerce, Gaming Dominasi Hampir 90 Persen Pendapatan
PT Bukalapak. com Tbk telah menghentikan layanan marketplace produk fisik pada awal 2025.
Langkah ini diambil untuk menghentikan kerugian finansial yang besar.
>>> Huawei MatePad Pro Max Resmi di Indonesia, Tablet Tertipis dengan AI PC Level
Perusahaan kini mengalihkan fokus bisnis ke teknologi gaming, investasi digital, dan ekosistem UMKM. Transformasi ini mulai menunjukkan hasil dengan gaming menjadi mesin pertumbuhan utama.
Director Bukalapak, Victor Putra Lesmana, mengungkapkan bahwa persepsi publik masih mengidentikkan Bukalapak dengan marketplace. Padahal, perusahaan telah berevolusi menjadi perusahaan teknologi dengan portofolio yang lebih luas.
"Awalnya kita adalah marketplace. Sampai IPO pada 2021, Bukalapak identik dengan e-commerce.
Namun seiring waktu, kami banyak melakukan inovasi dan membangun bisnis baru, mulai dari Mitra Bukalapak, gaming, investment, hingga retail," ujar Victor dalam media gathering di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Keputusan menghentikan marketplace produk fisik sempat memicu spekulasi bahwa perusahaan akan tutup. Namun, Victor menegaskan keputusan itu berdasarkan analisis data bisnis.
"Marketplace produk fisik kontribusinya kurang dari 3 persen terhadap total pendapatan.
Secara bisnis dampaknya tidak besar, tetapi terhadap profitabilitas sangat membantu karena itu adalah bisnis dengan kerugian terbesar," jelasnya.
>>> Apple Naikkan Harga Langganan iCloud Plus di Indonesia Mulai Juli 2026
Ia menilai model kompetisi e-commerce di Indonesia masih bergantung pada promosi dan subsidi harga. Hal itu sulit menghasilkan profit berkelanjutan.
"Kalau mau bersaing dengan terus bakar uang sebenarnya bisa saja. Tapi kami melihat perilaku konsumen Indonesia masih sangat tergantung pada diskon.
Begitu promosi berhenti, konsumen akan pindah ke platform yang lebih murah. Kami memutuskan lebih baik bertransformasi ketika perusahaan masih memiliki sumber daya," bebernya.
Gaming Dominasi Pendapatan
Sejak 2025, Bukalapak melaporkan kinerja dalam empat segmen utama: Gaming, Mitra Bukalapak, Retail, dan Investment. Di antara semua lini, teknologi gaming berkembang paling cepat.
Victor mengungkapkan kontribusi bisnis gaming kini mencapai hampir 90 persen dari total pendapatan. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan sekitar 80 persen pada awal transformasi.
"Gaming sekarang bisa dibilang sudah sekitar 90 persen dari total pendapatan Bukalapak. Dari sisi profitabilitas juga terus meningkat," ujarnya.
>>> 9 Jam Tangan Pintar Anti Air Murah untuk Aktivitas Outdoor, Mulai Rp200 Ribuan
Bukalapak juga memperluas platform gaming digitalnya ke Asia Tenggara, Eropa, hingga Amerika Serikat melalui brand internasional Joytify. Ekspansi ini menandai langkah perusahaan menuju pasar global.
Update Terbaru
Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra Miliki Layar Paling Terang dari Samsung
Rabu / 22-07-2026, 23:00 WIB
Galaxy Watch Ultra 2 Hadir dengan Layar Tersuper Terang 5.000 Nits
Rabu / 22-07-2026, 22:56 WIB
Film Pendek Jalan Pulang, Kisah Hangat Sheila Dara dan Widyawati
Rabu / 22-07-2026, 22:56 WIB
Samsung Galaxy Z Flip8 Resmi Hadir di India, Harga Mulai Rp 23 Jutaan
Rabu / 22-07-2026, 22:56 WIB
Samsung Galaxy Watch9 dan Watch Ultra2 Resmi di India, Harga Mulai Rp 38.999
Rabu / 22-07-2026, 22:56 WIB
Proyek AI di Perusahaan Indonesia Sering Mandek, Bukan karena Teknologi
Rabu / 22-07-2026, 22:56 WIB
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
Rabu / 22-07-2026, 22:55 WIB
Peran HR Bertransformasi: Dari Administrasi ke Mitra Strategis Bisnis
Rabu / 22-07-2026, 22:55 WIB
Cara Cek Desil Bansos 2026 Lewat HP, Ketahui Status Penerima PKH dan BPNT
Rabu / 22-07-2026, 22:55 WIB
Link Live Streaming Indonesia vs Kamboja di Leg 2 SEA V Cup 2026
Rabu / 22-07-2026, 22:36 WIB
Sudaryono Larang Titip-Titip Proyek MBG: Jangan Ngaku Keluarga Saya!
Rabu / 22-07-2026, 22:36 WIB
Polri: Jaringan Teror Abdul Karim Sudah Ditangkap di Malaysia
Rabu / 22-07-2026, 22:36 WIB
Imunisasi HPV Lampaui Target, Bio Farma Perkuat Dukungan Vaksin Dalam Negeri
Rabu / 22-07-2026, 22:35 WIB
Sudaryono Tegaskan Zero Tolerance terhadap Korupsi di Program MBG
Rabu / 22-07-2026, 22:35 WIB







