Hasbro mencatat pertumbuhan pendapatan 16% year-over-year pada kuartal kedua 2026, meskipun harus menanggung dampak finansial dari insiden akses jaringan tidak sah yang diperkirakan mengurangi pendapatan sebesar $25 juta.

Perusahaan mengembalikan sistem pemrosesan pesanan, pengiriman, dan penagihan ke level sebelum serangan siber yang terdeteksi pada akhir Maret.

>>> Magic: The Gathering Cetak Rekor Pendapatan Kuartalan Rp8 Triliun, Berkat Kolaborasi Marvel

Namun, biaya tambahan terkait insiden ini diperkirakan masih akan muncul di periode mendatang.

Dampak Serangan Siber dan Kinerja Keuangan

Serangan siber tersebut menyebabkan gangguan operasional yang mengakibatkan biaya langsung sekitar $11 juta dan kerugian pendapatan $25 juta.

Hasbro belum mengakui adanya klaim asuransi terkait insiden ini.

Meski demikian, pendapatan keseluruhan naik 16% dibandingkan tahun lalu.

Laba operasi yang disesuaikan meningkat 14% menjadi $282 juta, dengan laba per saham dilusian sebesar $1,12 dan laba disesuaikan $1,28.

Selama kuartal tersebut, Hasbro mengembalikan $133 juta kepada pemegang saham melalui dividen dan pembelian kembali saham, serta membayar utang sebesar $55 juta.

Magic: The Gathering dan Divisi Game Jadi Motor Pertumbuhan

Segmen Wizards of the Coast dan Digital Gaming mencatat pertumbuhan pendapatan 27%.

Magic: The Gathering tumbuh 32% year-over-year, didorong oleh Secrets of Strixhaven dan perilisan Marvel Super Heroes.

>>> Dominasi DRAM Samsung Diprediksi Tetap Aman Meski CXMT Ekspansi

CEO Hasbro Chris Cocks menyebut Magic: The Gathering berhasil menembus pendapatan kuartalan $500 juta untuk pertama kalinya dalam sejarah 30 tahun lebih, berkat debut Marvel Super Heroes yang memecahkan rekor.

Sementara itu, Monopoly GO! menghasilkan pendapatan $44 juta selama kuartal tersebut, menunjukkan kekuatan strategi game digital Hasbro.