Capaian imunisasi Human Papillomavirus (HPV) di Indonesia mencapai 90,9% sepanjang 2025, melampaui target 90% yang ditetapkan dalam Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Serviks 2030.

Keberhasilan ini menjadi modal penting bagi pemerintah untuk memperluas program vaksinasi dan memperkuat upaya pencegahan kanker serviks.

>>> Sudaryono Tegaskan Zero Tolerance terhadap Korupsi di Program MBG

Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, dr. Indri Yogyaswari, menyatakan capaian tersebut didorong kebijakan pemberian satu dosis vaksin HPV bagi anak perempuan usia 11 tahun yang mulai diterapkan secara nasional sejak 2023.

Sebelumnya, kebijakan ini melalui tahap uji coba di DKI Jakarta pada 2016.

Pemerintah akan melanjutkan perluasan cakupan vaksinasi mulai 2026 dengan menyasar anak laki-laki secara bertahap.

Tahap awal akan dilaksanakan di DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali, kemudian diperluas ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten pada 2027 serta Jawa Timur pada 2028.

"Pemerintah juga akan memperluas kelompok usia sasaran vaksinasi bagi perempuan," ujar Indri dalam webinar bertajuk Closing the Gap on HPV, Rabu (22/7/2026).

Meski target nasional telah terlampaui, Indri menilai tantangan berikutnya adalah meningkatkan literasi masyarakat mengenai vaksin HPV.

Menurutnya, masih banyak informasi keliru mengenai vaksin sehingga tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan edukasi berbasis bukti ilmiah.

Dukungan Bio Farma untuk Eliminasi Kanker Serviks

PT Bio Farma (Persero) menyatakan akan terus mendukung program eliminasi kanker serviks melalui penyediaan vaksin HPV produksi dalam negeri, pengembangan alat deteksi dini, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan webinar yang diikuti sekitar 500 dokter umum dan tenaga kesehatan dari berbagai daerah.