>>> Said Iqbal Ungkap Dua Perusahaan Tekstil di Jateng Berpotensi PHK 1.500 Pekerja

Direktur Komersial Bio Farma Fitri Puspadewi mengatakan perusahaan telah menyiapkan vaksin HPV Nusagard dan alat deteksi dini CerviScan sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional pencegahan dan pengendalian infeksi HPV.

Menurut Fitri, Nusagard memberikan perlindungan terhadap HPV tipe 6, 11, 16, dan 18 yang berkaitan dengan berbagai penyakit, termasuk kanker serviks.

"Selain itu, CerviScan mendukung deteksi dini infeksi HPV sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan lebih cepat," ujarnya.

Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr. Tofan Widya Utami mengatakan Indonesia masih menjadi negara dengan beban kanker serviks yang tinggi di kawasan Asia Tenggara.

Karena itu, vaksinasi dinilai sebagai strategi paling efektif untuk menekan munculnya kasus baru.

"Vaksinasi HPV menjadi strategi paling efektif untuk menekan kasus baru, terlebih dengan tersedianya vaksin kuadrivalen produksi dalam negeri," katanya.

Dari sisi industri, pengembangan vaksin dan alat kesehatan produksi dalam negeri juga dinilai memperkuat kemandirian sektor kesehatan nasional.

Selain mendukung keberlanjutan program imunisasi pemerintah, peningkatan kapasitas produksi domestik diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus memperkuat industri farmasi nasional.

>>> Alasan Prabowo Pilih Pejabat Militer Pimpin Universitas Republik Indonesia

Pemerintah menargetkan perluasan cakupan vaksinasi dan edukasi masyarakat dapat menjaga tingkat imunisasi di atas target nasional sehingga mendukung pencapaian eliminasi kanker serviks pada 2030.