Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai mengubah pola pengeluaran masyarakat di sektor transportasi.

Harga Pertamax yang kini mencapai Rp 16.250 per liter membuat biaya operasional mobil membengkak, terutama bagi pengguna harian dengan jarak tempuh jauh.

>>> Jadwal SIM Keliling Jakarta 14 Juni 2026 dan Syarat Perpanjangan

Kondisi ini membuka peluang bagi kendaraan roda dua sebagai opsi yang lebih ekonomis. Segmen motor matik premium dinilai menawarkan kenyamanan tinggi dengan konsumsi bahan bakar yang lebih irit.

Peluang Peralihan dari Mobil ke Motor

Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana, mengatakan kemungkinan peralihan tersebut tetap ada.

"Mungkin kalau bicara kemungkinan pasti bisa saja ya. Kemungkinan itu pasti ada," kata Rifki di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa Yamaha terus menjaga daya tarik produk melalui kualitas dan layanan. "Kami dari Yamaha pasti kan membuat produk yang berkualitas tinggi juga customer oriented.

Pelayanan aftersales-nya juga seperti itu ya. Kami berharap hal itu juga cukup menarik animo, bahkan dari para pemilik kendaraan roda empat," ujarnya.

Faktor ekonomi global dan domestik disebut menjadi pemicu utama masyarakat mengevaluasi kembali pengeluaran rutin.

>>> Penjualan BYD Merosot Tajam, Terlempar dari 10 Mobil Terlaris Mei 2026

Chief Area DDS 1 Jakarta PT YIMM, Sentosa Tampomas, menambahkan bahwa selain kenaikan BBM, fluktuasi nilai tukar mata uang turut memengaruhi pertimbangan tersebut.

"Selain bahan bakar naik, mungkin kurs dolar dan rupiah juga makin tinggi. Makanya konsumen berhitung ulang kan bagaimana mengefisiensikan dana yang mereka punya untuk keperluan sehari-hari," ujar Sentosa.