>>> Stik RAM PC Gaming Selamatkan Nyawa Pemilik dari Tembakan Nyasar

sambungnya.

Berdasarkan data yang dikutip oleh Enzor-DeMeo, sekitar 83 persen penduduk dunia belum pernah menggunakan AI.

Di Amerika Serikat, hanya sekitar 3 persen yang membayar layanan tersebut.

Ia memproyeksikan iklan akan semakin banyak masuk ke layanan AI yang saat ini dinilai sebagian besar belum menguntungkan.

"Itulah kenyataan pahitnya," kata Enzor-DeMeo.

Mozilla mengkhawatirkan risiko internet menjadi lebih tertutup jika AI menjadi pintu utama akses web karena teknologi ini membutuhkan sangat banyak data pribadi.

Selain berfokus pada kontrol AI, Firefox telah meluncurkan layanan VPN gratis di dalam peramban yang sejauh ini mencatat 1,5 juta pendaftaran dan 800.000 pengguna aktif.

Program penawaran paket Unlimited VPN dibuka mulai 9 Juni hingga 31 Agustus dengan berbagai pilihan lokasi virtual.

Melalui pembaruan besar dalam Project Nova yang dijadwalkan meluncur sekitar September atau Oktober, Firefox juga menjanjikan waktu muat halaman yang 9 persen lebih cepat serta fitur kecerdasan buatan baru berupa pengelompokan tab otomatis.

"Apa yang kami coba lakukan adalah menjaga web tetap terbuka, aman, dan persaingan tetap adil," kata Enzor-DeMeo.

Saat ini Firefox memiliki sekitar 200 juta pengguna bulanan dengan pangsa pasar global sedikit di atas 2 persen.

Pada versi terbarunya nanti, peramban ini juga akan membawa mode ringkas, tampilan menu membulat, efek cahaya tab, serta peningkatan fitur aksesibilitas.

>>> Dede Sunandar Buka Suara soal Rencana Digugat Cerai Karen Hertatum

"Tujuan kami bukan menjadi browser terbesar, tetapi menjaga internet tetap menjadi ruang yang setara," tutup Enzor-DeMeo.