Cisco resmi meluncurkan Cisco Cloud Control dalam acara Cisco Live pada Sabtu (13/6/2026). Platform terpadu ini dirancang untuk mengelola, mengawasi, dan melindungi infrastruktur IT kritikal.

Dilansir dari Investor Daily, sistem keamanan terintegrasi ini diperuntukkan bagi manusia dan agen kecerdasan buatan (AI). Platform ini menjadi fondasi model operasi AgenticOps perusahaan.

>>> Microsoft Batasi Akses Internal Model AI Claude Fable 5 demi Keamanan Data

Cisco Cloud Control menyediakan satu akses masuk untuk memantau seluruh jaringan, keamanan, komputasi, observabilitas, serta kolaborasi.

Semua data berada dalam satu lingkungan dengan kendali penuh tetap di tangan manusia.

Fitur dan Integrasi

Infrastruktur ini memungkinkan pelanggan membangun aplikasi dan agen mandiri melalui bahasa alami. Platform juga terhubung ke ekosistem teknologi besar seperti AWS, Microsoft, Google Cloud, hingga Wiz.

Teknologi manajemen ini mengintegrasikan telemetri lintas domain untuk mengumpulkan data jaringan secara real-time. Hal ini bertujuan menjaga stabilitas bisnis dan memantau perilaku agen.

Menurut Jeetu Patel, President dan Chief Product Officer Cisco, agen AI dapat berpikir dan bertindak secara berkelanjutan dengan kecepatan layaknya software.

Hal ini mengubah cara pengelolaan dan perlindungan infrastruktur penting.

>>> Penjelasan Ending Teach You a Lesson hingga Potensi Season 2

Sistem ini memanfaatkan model khusus seperti Deep Network Model Cisco yang didasari rekam jejak data operasional jaringan selama 40 tahun.

Model ini membantu mengatasi kendala kompleksitas sistem.

Cisco Cloud Control menyediakan ruang kerja generatif Cisco AI Canvas serta Cloud Control Studio dengan Agent Builder.

Fitur ini memungkinkan kustomisasi alur kerja sesuai kebijakan perusahaan lewat lebih dari 50 platform pihak ketiga.

Sebagai anggota pendiri Project Glasswing dari Anthropic dan Daybreak dari OpenAI, Cisco menguji ketahanan sistemnya menggunakan model AI terbaru.

Langkah ini untuk mengantisipasi celah keamanan.

>>> BAKTI Komdigi Terima 160 Ribu Usulan Akses Internet dari Seluruh Indonesia

Perusahaan juga membuka kode sumber spesifikasi evaluasi keamanan berbasis AI melalui Foundry Security Spec. Spesifikasi ini dapat diterapkan oleh seluruh sistem pertahanan jaringan global.