6 Kondisi yang Bisa Membuat Pelari Kolaps Saat Maraton, dari Henti Jantung hingga Stroke

Insiden pelari yang pingsan hingga meninggal dunia dalam BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2026 kembali menyoroti risiko kesehatan yang dapat muncul saat mengikuti lomba lari jarak jauh.

Praktisi kesehatan masyarakat dr Ngabila Salama menjelaskan, ada sejumlah kondisi medis yang dapat menyebabkan peserta maraton kehilangan kesadaran atau mengalami kolaps di lintasan.

>>> Cahaya Bagikan 30 Ucapan Selamat Tahun Baru Islam Bahasa Arab dan Arti

Henti Jantung Mendadak Jadi Risiko Utama

Menurut Ngabila, penyebab yang paling sering dikaitkan dengan kematian mendadak saat perlombaan lari adalah sudden cardiac arrest atau henti jantung mendadak.

Kondisi tersebut dapat terjadi bahkan pada individu yang tampak sehat. Faktor pemicunya antara lain kelainan jantung bawaan, gangguan irama jantung, maupun penyakit jantung koroner yang belum terdiagnosis.

Heat Stroke Akibat Suhu Tubuh Terlalu Tinggi

Penyebab berikutnya adalah heat stroke atau serangan panas. Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh meningkat hingga melampaui 40 derajat Celsius dan mulai mengganggu fungsi otak.

Gejalanya dapat berupa kebingungan, gangguan keseimbangan, kesulitan merespons, hingga kehilangan kesadaran.

Dehidrasi dan Ketidakseimbangan Cairan

Kehilangan cairan serta elektrolit dalam jumlah besar selama berlari juga dapat menyebabkan dehidrasi berat yang berujung pada kondisi darurat medis.

Namun, risiko tidak hanya datang dari kurang minum. Konsumsi air putih secara berlebihan tanpa diimbangi asupan elektrolit juga dapat memicu masalah serius.

Hiponatremia Bisa Berakibat Fatal

Ngabila menjelaskan bahwa hiponatremia terjadi ketika kadar natrium dalam darah turun drastis akibat tubuh menerima terlalu banyak cairan tanpa penggantian elektrolit yang memadai.