Pasar saham Jepang mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan pagi ini.

Indeks Nikkei 225 melesat hingga 5,3 persen ke level 69.527,88, mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

>>> PHE Cetak Laba Bersih US$2,17 Miliar Sepanjang 2025

Bersamaan dengan itu, indeks Topix menguat 3,8 persen ke level 4.031,19.

Lonjakan ini dipicu oleh sentimen positif pelaku pasar terhadap kabar kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Kepala Strategi Ekuitas NLI Research Institute, Shingo Ide, menyebut kenaikan ini sebagai reaksi murni pasar terhadap kesepakatan tersebut.

Menurutnya, kenaikan sekitar 4 hingga 5 persen masih wajar dalam konteks sentimen yang berkembang.

Ia menambahkan bahwa pergerakan pasar ke depan akan bergantung pada realisasi poin-poin kesepakatan bilateral.

"Fokus berikutnya adalah substansi kesepakatan dan apakah seluruh pihak benar-benar menjalankannya sesuai komitmen," ujar Shingo Ide.

>>> Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS dan Iran Sepakati Gencatan Senjata

Penurunan ekspektasi inflasi juga memicu penurunan imbal hasil surat utang pemerintah Jepang (JGB).

Yield JGB tenor 10 tahun merosot 7 basis poin ke 2,565 persen, tenor 20 tahun turun 7,5 basis poin menjadi 3,445 persen, dan tenor dua tahun melemah 2 basis poin ke 1,39 persen.

Di pasar valuta asing, yen Jepang menguat tipis 0,06 persen ke posisi 160,11 per dolar AS.

Kesepakatan awal AS-Iran yang diumumkan pada Minggu (14/6) mencakup penghentian blokade AS dan pembukaan kembali Selat Hormuz, yang menguasai seperlima pasokan minyak dan LNG dunia.

Langkah ini menguntungkan Jepang yang menggantungkan 95 persen kebutuhan minyaknya dari Timur Tengah. Proses penandatanganan nota kesepahaman resmi dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat (19/6).

>>> Swedia Bantai Tunisia 5-1 di Piala Dunia 2026, Tekan Belanda di Grup F

Pelaku pasar kini menantikan hasil rapat kebijakan moneter Bank of Japan yang berakhir pada Selasa (16/6), terkait proyeksi kenaikan suku bunga acuan menjadi 1 persen.