Indeks Topix Jepang Terkoreksi Akibat Serangan AS ke Iran
Indeks Topix Jepang mengalami tekanan signifikan pada perdagangan terbaru. Indeks yang lebih luas ini tercatat terkoreksi 0,69 persen hingga merosot ke level 3.869,34.
Penurunan ini dipicu oleh memburuknya sentimen pasar global secara mendadak. Situasi memanas setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada Selasa (9/6/2026).
>>> Chatib Basri dan Budi Sadikin Bantah Isu Tawaran Jabatan Menteri Keuangan
Langkah militer tersebut diambil Washington sebagai respons atas insiden penembakan jatuh helikopter militer mereka di kawasan Selat Hormuz.
Eskalasi terbaru di Timur Tengah kembali memunculkan keraguan besar di kalangan pelaku pasar atas peluang tercapainya kesepakatan damai antara Washington dan Teheran.
Ketidakpastian ini langsung berdampak pada pergerakan modal di bursa regional.
Pada saat yang sama, data ekonomi domestik menunjukkan inflasi harga produsen di Jepang pada Mei 2026 meningkat ke level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Tekanan harga yang dipicu gejolak di kawasan Teluk turut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi domestik Jepang. Akibatnya, investor cenderung bersikap lebih waspada dalam menempatkan dana mereka.
Sektor Teknologi Pimpin Pelemahan
Strategist Equities Nomura Securities Wataru Akiyama mengatakan tekanan jual terutama terjadi pada saham-saham yang terkait kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor.
>>> IHSG 10 Juni 2026 Sempat Melemah Sebelum Bangkit ke Level 5.800
"Ketegangan yang meningkat di Timur Tengah dan tekanan kenaikan suku bunga domestik membuat investor lebih fokus pada valuasi relatif.
Karena itu, pelemahan Topix relatif lebih terbatas dibandingkan Nikkei," ujarnya.
Berdasarkan data pergerakan saham, dari total saham anggota Nikkei, sebanyak 96 saham berhasil menguat, sedangkan 128 saham lainnya mengalami pelemahan.
Sektor teknologi menjadi penyumbang penurunan terbesar.
Produsen wafer silikon Sumco mencatat penurunan tajam dengan anjlok 9 persen. SoftBank Group juga merosot sebesar 8,9 persen, sementara Sumitomo Electric turun hingga 8,1 persen.
Saham perusahaan gim terkemuka Nintendo turut menjadi sorotan utama setelah jatuh sebesar 7,8 persen.
>>> Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Berisiko Geser Konsumsi ke BBM Subsidi
Pelemahan ini terjadi karena investor kecewa terhadap presentasi sejumlah judul gim baru yang dipamerkan perusahaan dalam ajang terbaru mereka.
Update Terbaru
Ranma 1/2 Season 3 Tayang 3 Oktober, Tambah Pengisi Suara Baru
Minggu / 26-07-2026, 01:46 WIB
Pelatih Vietnam Buka-bukaan Resep Tumbangkan Timnas Voli Indonesia
Minggu / 26-07-2026, 01:46 WIB
Pemerintah AS Dorong Veteran Jadi Sopir Truk Lewat Program Freedom Haulers
Minggu / 26-07-2026, 01:46 WIB
Salahdine Parnasse Resmi Gabung UFC, Langsung Headliner Paris Lawan Dan Hooker
Minggu / 26-07-2026, 01:43 WIB
Implan Mata Pemulih Penglihatan bagi Tunanetra Dapat Izin Edar di Eropa
Minggu / 26-07-2026, 01:43 WIB
Trailer Perdana Blade Runner 2099 Rilis, Konfirmasi Tayang 2026
Minggu / 26-07-2026, 01:42 WIB
Magomed Ankalaev Kembali Bertarung Lawan Bogdan Guskov di UFC Abu Dhabi
Minggu / 26-07-2026, 01:42 WIB
Granada CF Jamu Real Betis di Trofeo Ciudad de Granada
Minggu / 26-07-2026, 01:42 WIB
Athletics Rekrut Mantan Peraih Cy Young Dallas Keuchel ke Kontrak Minor League
Minggu / 26-07-2026, 01:42 WIB
Christian Gonzalez Ikut Latihan Penuh di Hari Pertama Camp Patriots
Minggu / 26-07-2026, 01:42 WIB
Daniel Weyman: Gandalf 'Telah Tiba' di The Rings of Power Season 3
Minggu / 26-07-2026, 01:41 WIB
Crunchyroll Hapus Sejumlah Anime Termasuk Blood Blockade Battlefront dan Black Lagoon
Minggu / 26-07-2026, 01:41 WIB
Thunder 3: Isekai Paling Aneh Musim Panas 2026 dengan Gaya Visual Unik
Minggu / 26-07-2026, 01:41 WIB
Clavicular Dibanting ke Aspal saat 'Penangkapan Warga' di Miami
Minggu / 26-07-2026, 01:35 WIB







