Harga Emas Bergerak Terbatas Akibat Keraguan Gencatan Senjata Iran-Israel
Harga emas dunia bergerak terbatas pada perdagangan menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat.
Skeptisisme pasar terhadap kelanjutan gencatan senjata antara Iran dan Israel turut menahan laju logam mulia ini.
>>> Dinas Pendidikan Tetapkan Jadwal Libur Sekolah Semester Genap 2026
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus tercatat turun 0,1 persen ke level US$ 4.358,80 per ons troi.
Pasar bersikap hati-hati di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.
Chief Market Analyst KCM Trade Tim Waterer mengatakan emas bergerak relatif datar karena pelaku pasar masih skeptis terhadap ketahanan gencatan senjata Iran-Israel.
Investor juga memilih menunggu data inflasi AS yang akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan The Fed.
Ketidakpastian muncul setelah Teheran memperingatkan serangan susulan dapat terjadi jika Israel melanjutkan operasi militer terhadap Hizbullah di Lebanon.
Sebelumnya, kedua negara sempat menyatakan penghentian serangan pada Senin (8/6) setelah seruan Presiden AS Donald Trump.
Selain faktor geopolitik, fokus pasar tertuju pada rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS periode Mei pada Rabu (10/6).
>>> Saham BBRI, BMRI, BBNI Melejit Usai Pertemuan Dirut Himbara di DPR
Data ini akan digunakan untuk memproyeksikan kebijakan suku bunga bank sentral.
Data CME FedWatch menunjukkan peluang lebih dari 70 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember 2026.
Goldman Sachs memperkirakan suku bunga tetap tinggi sepanjang 2026 dan baru turun pada 2027.
Analis memproyeksikan target emas di level US$ 5.500 per ons troi masih mungkin tercapai pada akhir tahun.
Hal itu memerlukan permintaan kuat dari bank sentral serta dukungan harga minyak, yield obligasi, dan dolar AS yang lebih rendah.
Di pasar logam mulia lainnya, perak spot turun 0,5 persen ke US$ 67,85.
>>> Menkes Usul Pembatasan Kuota Fakultas Kedokteran dengan Retaker Terbanyak
Platinum melemah 0,1 persen ke US$ 1.752,45, sedangkan palladium menguat 1 persen menjadi US$ 1.216,42 per ons troi.
Update Terbaru
Cara agar Otak Menua dengan Sehat Menurut Ahli Neurologi, Bukan Diet
Jumat / 24-07-2026, 23:00 WIB
Piala AFF 2026: Pembuktian Nadeo Argawinata sebagai Kiper Utama Timnas Indonesia
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Lee Min-ho Kembali Jadi Aktor Korea Terfavorit di Mata Penggemar Global
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Penumpang Alphard Penerobos Pelican Crossing HI Ternyata Anggota Polda Jabar
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Persija Hormati Sanksi KFA untuk Shin Tae Yong, Belum Ambil Sikap
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Hasil Piala AFF: Vietnam ke Puncak usai Bantai Timor Leste 7-0
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Speedboat Bawa 11 Wisatawan Asing Hilang Kontak di Perairan Gorontalo
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Fallout Co-Creator: Morrowind di Xbox Ubah Standar RPG Konsol
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Facebook Luncurkan Lencana 'Facebook Verified' Gratis untuk Lawan AI Palsu
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Game Freak Bawa Interaksi Anjing ke Level Baru di Beast of Reincarnation
Jumat / 24-07-2026, 22:44 WIB
Bos Amazon Games: Harga Konsol dan Steam Machine di Atas $1.000 Dorong Minat ke Cloud Gaming
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Video Promo Film Anime The Ribbon Hero Soroti Ikatan Pine dan Safir
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Jensen Huang Posting Pertama di X, Dukung Model AI Terbuka
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB







