Menkes Usul Pembatasan Kuota Fakultas Kedokteran dengan Retaker Terbanyak
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan pembatasan kuota mahasiswa bagi fakultas kedokteran yang mencatat jumlah retaker atau sarjana kedokteran gagal uji kompetensi terbanyak.
Usulan ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Senayan, Jakarta, pada Senin (8/6/2026).
>>> 4 Makanan Favorit yang Dikonsumsi Orang Berusia 100 Tahun
Langkah evaluasi diambil karena Kementerian Kesehatan mencatat ribuan lulusan kedokteran belum berhasil melewati uji kompetensi nasional.
Data Kemenkes menunjukkan 63 persen retaker baru mengikuti ujian kurang dari tiga kali, sedangkan 37 persen atau hampir 1.000 peserta telah gagal setidaknya tiga kali.
Kementerian juga mengidentifikasi 297 peserta yang terancam kehilangan kesempatan lulus jika kembali gagal pada ujian berikutnya.
Menkes menilai tingginya angka ketidaklulusan mencerminkan mutu pendidikan di institusi terkait.
"Kalau banyak meluluskan sarjana kedokteran tetapi tidak lulus uji kompetensi, artinya kualitas pendidikannya harus dievaluasi. Kuotanya bisa dikurangi sampai mereka benar-benar memperbaiki mutu pendidikan," kata Budi Gunadi Sadikin.
Menteri Kesehatan menyatakan data sebaran lulusan yang gagal harus dibuka secara transparan kepada publik.
Hal itu diperlukan agar setiap universitas kedokteran mendapat umpan balik yang jelas untuk berbenah.
"Ini bisa dibuka fakultas kedokteran mana yang paling banyak menghasilkan retaker. Harus dijadikan feedback untuk memperbaiki kualitas pendidikan mereka," ujar Budi Gunadi Sadikin.
Perubahan Sistem Ujian Ulang
Selain masalah akreditasi kampus, perubahan pada sistem ujian ulang juga diusulkan agar berjalan lebih efektif.
Skema baru yang ditawarkan adalah peserta cukup mengulang materi spesifik yang dinyatakan belum lulus.
"Kalau dari 10 kompetensi yang lulus delapan dan yang tidak lulus dua, bisa tidak yang diulang hanya dua itu saja.
Update Terbaru
Cara agar Otak Menua dengan Sehat Menurut Ahli Neurologi, Bukan Diet
Jumat / 24-07-2026, 23:00 WIB
Piala AFF 2026: Pembuktian Nadeo Argawinata sebagai Kiper Utama Timnas Indonesia
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Lee Min-ho Kembali Jadi Aktor Korea Terfavorit di Mata Penggemar Global
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Penumpang Alphard Penerobos Pelican Crossing HI Ternyata Anggota Polda Jabar
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Persija Hormati Sanksi KFA untuk Shin Tae Yong, Belum Ambil Sikap
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Hasil Piala AFF: Vietnam ke Puncak usai Bantai Timor Leste 7-0
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Speedboat Bawa 11 Wisatawan Asing Hilang Kontak di Perairan Gorontalo
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Fallout Co-Creator: Morrowind di Xbox Ubah Standar RPG Konsol
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Facebook Luncurkan Lencana 'Facebook Verified' Gratis untuk Lawan AI Palsu
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Game Freak Bawa Interaksi Anjing ke Level Baru di Beast of Reincarnation
Jumat / 24-07-2026, 22:44 WIB
Bos Amazon Games: Harga Konsol dan Steam Machine di Atas $1.000 Dorong Minat ke Cloud Gaming
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Video Promo Film Anime The Ribbon Hero Soroti Ikatan Pine dan Safir
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Jensen Huang Posting Pertama di X, Dukung Model AI Terbuka
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB







