4 Makanan Favorit yang Dikonsumsi Orang Berusia 100 Tahun
Orang yang hidup hingga usia 100 tahun atau lebih dikenal sebagai centenarian. Pulau Okinawa di Jepang menjadi salah satu wilayah dengan jumlah centenarian terbanyak di dunia.
Peneliti umur panjang Dan Buettner mengungkapkan adanya pola makan yang serupa di antara mereka yang berumur panjang.
>>> Apple Resmi Luncurkan WatchOS 27 dengan Siri AI di WWDC 2026
Dalam bukunya Blue Zones Kitchen, ia menekankan bahwa tidak ada satu makanan ajaib yang menjadi kunci umur panjang.
Kombinasi pola makan sehat, aktivitas fisik rutin, tingkat stres rendah, dan hubungan sosial yang kuat menjadi fondasi utama hidup lebih lama dan sehat.
Berikut adalah empat makanan favorit para centenarian yang dikutip dari Times of India.
1. 95% Makanan Nabati
Mayoritas orang berusia seratus tahun dari berbagai belahan dunia mengonsumsi makanan nabati.
Ini mencakup kacang-kacangan, ubi jalar, kentang manis, buah-buahan, biji-bijian utuh, dan sayuran berdaun hijau seperti bayam, kangkung, bit, serta sawi.
2. Minyak Nabati
Minyak zaitun menjadi minyak yang paling banyak digunakan di zona biru, yaitu wilayah dengan penduduk berumur panjang tertinggi.
>>> Luhut Ungkap 62,9% Subsidi Energi Dinikmati Kelompok Mampu
Konsumsi minyak zaitun dikaitkan dengan peningkatan kolesterol baik dan penurunan kolesterol jahat, serta membantu pengelolaan diabetes.
Dalam buku Blue Zones Kitchen disebutkan bahwa di Ikaria, salah satu zona biru, orang paruh baya yang mengonsumsi sekitar enam sendok makan minyak zaitun setiap hari tampaknya mengurangi risiko kematian hingga setengahnya.
3. Kacang-kacangan: Pilihan Sehari-hari
Kacang hitam di Nicoya, lentil dan kacang garbanzo di Mediterania, serta kedelai di Okinawa menjadi pilihan utama para centenarian.
Sebuah studi yang melibatkan lima negara dan didanai WHO menemukan bahwa mengonsumsi 20 gram kacang setiap hari mengurangi risiko kematian sekitar 8%.
4. Ngemil, tapi Lebih Sehat
Rata-rata orang yang mengonsumsi kacang-kacangan hidup lebih lama dua hingga tiga tahun dibandingkan yang tidak, menurut Adventist Health Study 2.
Diet untuk umur panjang bukan intervensi jangka pendek, melainkan tertanam dalam kehidupan sehari-hari seperti makan bersama dan makan perlahan.
>>> Wembanyama Bawa Spurs Menang di Game 3 NBA Finals
Selain makanan, gaya hidup aktif dan hubungan sosial yang baik juga menjadi faktor penting. Banyak centenarian tetap aktif bergerak, seperti berjalan kaki, berkebun, atau memasak sendiri.
Update Terbaru
Aplikasi Tiket.com Jadi Platform Resmi Presale Konser BTS Jakarta
Selasa / 09-06-2026, 12:49 WIB
Kode Redeem ML 10 Mei 2026: Hadiah Gratis untuk Pemain Baru
Selasa / 09-06-2026, 12:49 WIB
Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,5 Persen, Respons Pelemahan Rupiah
Selasa / 09-06-2026, 12:48 WIB
Timnas Putri Indonesia Targetkan Kemenangan Lawan Kamboja
Selasa / 09-06-2026, 12:48 WIB
ITB Temukan 50 Titik Dasar Batas Laut Indonesia Tidak Akurat
Selasa / 09-06-2026, 12:48 WIB
Kode Redeem Sailor Piece Mei 2026: Klaim Item Gratis Sekarang
Selasa / 09-06-2026, 12:48 WIB
IHSG Melonjak 4,82 Persen ke Level 5.599 Berkat Redanya Konflik Timur Tengah
Selasa / 09-06-2026, 12:48 WIB
Ramalan Zodiak Cinta: Kunci Jaga Keharmonisan Hubungan
Selasa / 09-06-2026, 12:45 WIB
Rupiah Menguat ke Rp 18.148 per Dolar AS, Terdorong Pelemahan Indeks Dolar
Selasa / 09-06-2026, 12:45 WIB
Detik-Detik War Tiket BTS, ARMY Padati Warnet di Jakarta
Selasa / 09-06-2026, 12:45 WIB
Garena Buka Pendaftaran Free Fire Advance Server Juni 2026 untuk Uji Fitur Baru
Selasa / 09-06-2026, 12:44 WIB
Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,5 Persen, Respons Gejolak Global
Selasa / 09-06-2026, 12:44 WIB
Plus M Entertainment Jadwalkan Perilisan Film Hope Mulai Juli 2026
Selasa / 09-06-2026, 12:44 WIB
Apple Resmi Luncurkan iOS 27 di WWDC 2026, Fokus pada AI dan Keamanan Anak
Selasa / 09-06-2026, 12:44 WIB






