Pola makan sehari-hari ternyata bisa menjadi faktor risiko kanker. Salah satu senyawa yang menjadi perhatian adalah akrilamida, yang terbentuk saat makanan dimasak pada suhu tinggi.

Akrilamida bukan bahan tambahan, melainkan muncul secara alami pada makanan berpati yang dipanggang, digoreng, atau dibakar. Penelitian menunjukkan paparan tinggi berpotensi meningkatkan risiko kanker.

>>> Perbedaan Sepatu Lari Stability dan Neutral, Ketahui agar Tidak Salah Pilih Berujung Cedera

FDA mencatat akrilamida terbentuk pada suhu di atas 120 derajat Celsius. Otoritas kesehatan menyarankan membatasi konsumsi makanan dengan kadar akrilamida tinggi.

Lima Makanan Pemicu Kanker

Berikut lima asupan harian yang mengandung akrilamida cukup tinggi, berdasarkan berbagai sumber.

1. Gorengan.

Keripik kentang dan kentang goreng menjadi penyumbang utama akrilamida. Semakin gelap warna gorengan, semakin tinggi kandungannya.

Kadar akrilamida pada keripik kentang bisa mencapai 300–2.000 µg/kg, sedangkan kentang goreng 200–700 µg/kg.

Merebus atau menggunakan air fryer dapat menurunkan kadarnya.

2. Biskuit, kue kering, dan camilan ringan.

Produk ini dipanggang pada suhu tinggi dan mengandung akrilamida serta bahan pengawet dan gula rafinasi.

>>> 11 Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG Mattelast untuk Bibir Gelap, Cuma Rp55 Ribuan Sepaket

Kadar akrilamida pada biskuit berkisar 160–1.000 µg/kg. Pilih camilan yang dipanggang sebentar atau buatan sendiri dengan tepung gandum utuh dan gula lebih sedikit.

3. Roti panggang dan roti kecokelatan.

Semakin gelap warna roti panggang, semakin banyak akrilamida. Warna cokelat tua menandakan pemasakan suhu tinggi.

Kadar akrilamida pada roti panggang berkisar 50–500 µg/kg. Roti gandum utuh atau multigrain yang dipanggang lembut lebih aman.

4. Mi instan.

Akrilamida terbentuk saat mi digoreng atau dipanaskan pada suhu tinggi melalui reaksi Maillard. Jumlahnya bervariasi tergantung bahan baku dan proses.

5. Kopi sachet instan.

Akrilamida muncul saat biji kopi dipanggang pada suhu tinggi. Zat ini dikategorikan sebagai probable carcinogen.

>>> 3 Rekomendasi Parfum Aroma Susu dengan Wangi Creamy, Beri Kesan Manis yang Menenangkan

Selain itu, kopi instan mengandung gula dan krimer tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes, yang terkait dengan beberapa jenis kanker.