Kinerja unitlink berbasis saham dan campuran mengalami kontraksi signifikan hingga Mei 2026. Sementara itu, unitlink pasar uang justru mencatatkan return positif.

Berdasarkan data Infovesta secara year to date (ytd) per Mei 2026, rata-rata return unitlink berbasis saham terkontraksi paling dalam sebesar 8,76%.

>>> OPPO Find X10 Pro Bocor: Kamera 200MP Ganda dan Baterai 8.000 mAh

Unitlink campuran juga terpuruk dengan kontraksi 6,17%.

Adapun unitlink pendapatan tetap terkontraksi 0,88%, sedangkan unitlink pasar uang berhasil mencatatkan return positif 1,31%.

Pemilihan Produk Harus Sesuai Profil Risiko

Kornelis menjelaskan bahwa tidak ada satu jenis unitlink yang selalu menjadi pilihan terbaik di setiap kondisi pasar.

Oleh karena itu, pemilihan produk perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan, jangka waktu investasi, dan profil risiko nasabah.

>>> 5 Rekomendasi Ruang Meeting Murah dan Kompetitif di Jakarta

Pilihan unitlink campuran dapat menjadi solusi alternatif bagi nasabah yang menginginkan keseimbangan antara pertumbuhan dan pengelolaan risiko. Instrumen berbasis saham dinilai memiliki prospek jangka panjang yang tetap menjanjikan.

Namun, pergerakan jangka pendek masih dipengaruhi faktor eksternal seperti kebijakan moneter global, geopolitik, dan sentimen pasar. Investor saat ini cenderung lebih selektif dalam menempatkan dana.

Tekanan terhadap pasar saham dapat terjadi akibat suku bunga yang tinggi.

>>> Marc Marquez Incar Rekor Valentino Rossi di MotoGP Ceko 2026

Di sisi lain, kondisi ini berpotensi meningkatkan daya tarik instrumen pasar uang dan pendapatan tetap yang fluktuasinya lebih rendah.