Sebagian umat Islam menjalankan tradisi minum susu putih saat memasuki malam 1 Muharram 1448 H. Amalan ini umumnya ditunaikan selepas waktu Maghrib hingga menjelang Subuh.

Kebiasaan tersebut dikaitkan dengan anjuran ulama Makkah, Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki.

>>> Pemerintah AS Kucurkan Miliaran Dolar untuk Tesla dan SpaceX

Beliau kerap mengimbau para santri dan muridnya meminum susu putih pada awal tahun Hijriah sebagai simbol kebaikan.

Menurut penjelasan Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki, cairan putih ini melambangkan awal tahun yang bersih, suci, dan baru.

Warna putih pada susu merepresentasikan kebersihan hati sekaligus doa agar perjalanan hidup setahun ke depan diberkahi.

Kegiatan ini dipahami sebagai bentuk tafa'ul dalam tradisi Islam, yaitu ikhtiar mengharapkan kebaikan dari Allah SWT melalui simbol yang bermakna positif.

>>> Pemkot Surakarta Gelar Rapat Koordinasi Kirab Malam Satu Suro

Minum susu putih bukan ibadah wajib yang memiliki dalil khusus, melainkan kebiasaan baik penumbuh optimisme.

Sebelum meminum susu putih, terdapat doa yang dianjurkan: "Allahumma baarik lanaa fiihi wazidnaa minhu" yang artinya "Ya Allah, berkahilah kami di dalam air susu ini dan tambahlah keberkahan kami darinya."

Masyarakat, keluarga, dan para santri biasanya meminum susu bersama-sama sebagai bentuk syiar menyambut pergantian tahun.

>>> Manuel Neuer Diduga Langgar Aturan Perlengkapan FIFA Saat Jerman Hajar Curacao

Selain simbol kesucian, malam 1 Muharram 1448 H juga dimanfaatkan untuk introspeksi diri atau muhasabah.