Harga Emas Kontrak AS Menguat 3 Persen Sentuh US$ 4.366,80 Per Ons Troi
Kontrak emas berjangka Amerika Serikat (AS) mencatat penguatan signifikan sebesar 3% hingga mencapai US$ 4.366,80 per ons troi.
Lonjakan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar AS yang merosot 0,2%.
>>> Eberechi Eze Siap Jadi Eksekutor Penalti Inggris di Piala Dunia 2026
Pelemahan dolar membuat logam mulia yang dihargai dalam mata uang tersebut menjadi lebih terjangkau bagi pemilik mata uang lainnya.
Selain itu, perubahan sentimen pasar dipengaruhi oleh kesepakatan awal antara Washington dan Teheran.
Kesepakatan tersebut bertujuan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah dan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua pihak dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat mendatang.
Dampak Kesepakatan Damai terhadap Pasar
Chief Market Strategist Blue Line Futures Phillip Streible menyatakan bahwa pelaku pasar emas kini mengalihkan fokus dari konflik geopolitik ke dampak terhadap kebijakan moneter AS.
"Berita kesepakatan damai menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS, dolar, dan harga minyak," ujarnya.
Sebelumnya, ketegangan dengan Iran membuat harga emas tertekan karena kenaikan harga energi meningkatkan peluang The Fed memperketat kebijakan moneter.
Namun, setelah kesepakatan damai mengemuka, ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada Desember menurun.
>>> PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 Hijriah Jatuh pada 17 Juni 2026
Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember turun menjadi 54,8% dari hampir 70% pekan lalu.
Kini perhatian tertuju pada rapat kebijakan Federal Reserve pada 16-17 Juni 2026 yang akan dipimpin Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh.
Pelaku pasar menanti petunjuk arah kebijakan suku bunga ke depan.
"Langkah harga emas berikutnya akan sangat ditentukan oleh Kevin Warsh, terutama nada pernyataannya dan pandangannya mengenai jalur suku bunga ke depan," kata Streible.
Selain emas, komoditas logam mulia lainnya juga menguat.
Harga perak spot melonjak 4,6% ke US$ 71,07 per ons troi, platinum naik 4,6% ke US$ 1.796,45, dan palladium menguat 5,1% ke US$ 1.348,30 per ons troi.
Sentimen positif juga datang dari Asia.
Pemerintah Singapura mengumumkan rencana pembentukan sistem kliring emas over-the-counter (OTC) dan penyediaan layanan penyimpanan emas bagi bank sentral.
>>> Tanjung Verde Debut di Piala Dunia 2026, Hadapi Spanyol di Laga Perdana
Inisiatif ini berpotensi memperkuat posisi Singapura sebagai pusat perdagangan emas regional.
Update Terbaru
Pengendara Nekat Melawan Arus Hadapi Sanksi Denda dan Pidana Kurungan
Selasa / 16-06-2026, 00:14 WIB
TVRI Sulteng Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di Lapangan Vatulemo
Selasa / 16-06-2026, 00:14 WIB
Kiaton Bagikan Inspirasi Ucapan Jumat Agung 2026 Penuh Makna
Selasa / 16-06-2026, 00:14 WIB
Rafael van der Vaart Kritik Tajam Virgil van Dijk Usai Imbang Lawan Jepang
Selasa / 16-06-2026, 00:12 WIB
Kode Redeem FF 8 Mei 2026: Kesempatan Klaim Diamond Gratis
Selasa / 16-06-2026, 00:12 WIB
Ipswich Town Pertahankan Elkan Baggott untuk Premier League 2026/2027
Selasa / 16-06-2026, 00:12 WIB
Mengenal Tiga Hari Peringatan Unik Global pada 27 Februari
Selasa / 16-06-2026, 00:12 WIB
Persis Solo Resmi Tunjuk Ricky Nelson sebagai Pelatih Kepala Baru
Selasa / 16-06-2026, 00:12 WIB
Spanyol Ditahan Imbang Tanjung Verde Tanpa Gol pada Babak Pertama
Selasa / 16-06-2026, 00:12 WIB
BNI dan BCA Sesuaikan Jadwal Operasional Libur Tahun Baru Islam 2026
Selasa / 16-06-2026, 00:09 WIB
Mansory Siapkan Paket Soft Kit untuk Lamborghini Urus SE, Tenaga Tembus 1.085 HP
Selasa / 16-06-2026, 00:09 WIB
Riset Prasetiya Mulya Ungkap Fenomena AI Citation Gap yang Rugikan Brand
Selasa / 16-06-2026, 00:08 WIB
Leo/Daniel Tembus Final Thailand Open 2026, Tantang Ganda India
Selasa / 16-06-2026, 00:08 WIB
PT Citra Nusantara Gemilang Tbk Targetkan Pendapatan Rp 879 Miliar pada 2026
Selasa / 16-06-2026, 00:08 WIB






