Gelandang Arsenal Eberechi Eze menegaskan kesiapannya untuk menjadi eksekutor penalti jika timnas Inggris menghadapi adu penalti di Piala Dunia 2026.

Pernyataan itu muncul meski ia baru saja gagal mengeksekusi penalti saat Arsenal kalah dari Paris Saint-Germain di final Liga Champions musim 2025/2026.

>>> PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 Hijriah Jatuh pada 17 Juni 2026

"Jika diminta, tentu saja. Kenapa saya tidak mau mengambilnya?"

kata Eze, dikutip dari Bola.

Kegagalan sebagai Pelajaran

Eze memandang kegagalan di final Liga Champions sebagai bagian dari dinamika karier pesepak bola profesional.

Ia memilih memetik pelajaran berharga dan tidak terpuruk dalam penyesalan.

"Sepak bola berisi banyak hal dan Anda harus mencoba menerima semuanya apa adanya, lalu menikmatinya semaksimal mungkin," ujarnya.

Pemain berusia 27 tahun itu bertekad membawa Arsenal kembali ke final Liga Champions musim depan.

"Bermain di final Liga Champions adalah tempat yang ingin saya capai. Itulah yang ingin saya lakukan," ucapnya.

Mentalitas Pantang Menyerah

Eze memastikan tidak akan bersembunyi dari tanggung jawab jika situasi penalti kembali datang.

"Kami akan mencobanya lagi musim depan. Jika ada penalti yang harus diambil, saya akan berada di sana lagi," tegasnya.

Ia merefleksikan bahwa kegagalan eksekusi penalti juga pernah dialami pemain-pemain besar dunia.

"Semua pemain besar pernah gagal mengeksekusi penalti penting. Mereka semua pernah mengalami momen seperti ini," tegas Eze.

Setelah final, Eze mengaku menerima banyak pesan dari berbagai pihak yang ingin membahas momen tersebut.

Ia justru bersyukur atas kejadian itu dan menganggapnya sebagai batu loncatan untuk pendewasaan karier.

>>> Tanjung Verde Debut di Piala Dunia 2026, Hadapi Spanyol di Laga Perdana