"Saya justru bersyukur itu terjadi. Saya akan berkembang dari pengalaman tersebut, belajar darinya, lalu melangkah maju," kata Eze.

Gaya lari terputus-putus sebelum menendang bola yang menjadi ciri khasnya akan tetap dipertahankan.

Dukungan dari rekan setim membuat kepercayaan dirinya tetap terjaga.

"Anda harus terus berkembang dan mencari cara baru untuk menjadi lebih baik," ucapnya.

Eze menolak tenggelam dalam analisis berlebihan terhadap satu kegagalan.

"Saya tidak akan terlalu memikirkannya karena saya tahu saya berada di posisi ini karena suatu alasan, dan saya tahu latihan yang sudah saya jalani untuk sampai ke titik ini," kata Eze.

Ia mencontoh sikap tenang pemain-pemain top dunia dalam mengelola tekanan.

"Sejujurnya, bahkan sebelum berbicara dengan pemain lain, Anda bisa melihat bagaimana pemain-pemain besar membawa diri mereka," kata Eze.

Baginya, seorang profesional harus siap maju dan menuntaskan tugas tanpa takut hasil akhir.

"Anda maju dan melakukan apa yang harus dilakukan," kata Eze.

Hasil akhir eksekusi penalti adalah realitas olahraga yang harus diterima.

"Kalau gagal, ya gagal. Kalau gol, ya gol," katanya.

Fokus utama Eze kini membangun ketahanan mental untuk menghadapi Piala Dunia 2026.

>>> Marc Klok Siap Terbang ke Miami Tonton Piala Dunia 2026 Secara Langsung

"Yang terpenting adalah memiliki mentalitas untuk terus melangkah. Itu bagian dari perjalanan," kata Eze.