Lebih dari enam tahun setelah pandemi COVID-19 melanda, pasar mobil di Amerika Serikat masih merasakan dampaknya, terutama di sektor kendaraan bekas.

Penghentian produksi dan kekurangan pasokan selama pandemi mengakibatkan sekitar 8 juta kendaraan lebih sedikit diproduksi untuk pasar AS pada 2020-2021.

>>> BMW X5 Terbaru Hadir dengan Baterai Terbesar, 144 kWh untuk iX5

Kendaraan yang seharusnya masuk pasar bekas kini lebih sedikit, sehingga harganya tetap tinggi.

Penjualan Belum Pulih Sepenuhnya

Penjualan mobil baru di AS mencapai titik terendah 13,8 juta unit pada 2022, lalu naik menjadi 16,2 juta unit pada 2025.

Tahun ini, penjualan diperkirakan stabil antara 15,8 juta hingga 16,3 juta unit, masih di bawah 17,55 juta unit pada 2016.

Menurut Tyson Jominy, wakil presiden senior JD Power, AS telah menjual sekitar 16 juta lebih sedikit mobil dibandingkan jika penjualan tahunan tetap di angka 17,55 juta selama dekade terakhir.

>>> Ford Akui Ribuan Dashboard Masih Bisa Blank Tujuh Tahun Setelah Perbaikan

Insentif Masih Rendah

Insentif kendaraan baru juga masih di bawah level sebelum pandemi. Sebelum COVID-19, rata-rata insentif sekitar 9,5 persen, lalu turun drastis selama pandemi.

Saat ini, insentif baru pulih ke kisaran 6,5 hingga 7 persen.

Ketidakpastian ekonomi global, termasuk perang di Iran dan kenaikan harga BBM, turut mempengaruhi pasar mobil, termasuk mobil bekas.

"Harga naik sekitar sepertiga, namun gaji dan pendapatan tidak meningkat secara signifikan," kata Jominy.

>>> Peugeot Siapkan Edisi Khusus Le Mans untuk Enam Model, Kecuali Dua

Pendapatan rata-rata rumah tangga pembeli mobil baru kini di atas USD 150.000 per tahun, sementara rata-rata nasional sekitar USD 80.000.