"Belum tahu [terkait dengan penyaluran]. Ini nanti kan kalau pengguna kompor listrik, pasti tempat yang listriknya stabil.

Itu kan salah satu kriteria yang mudah kita prediksi ya, lalu tempat yang mungkin surplus listrik dalam satu sistem.

Kita sedang bahas dengan PLN juga," jelasnya.

Berdasarkan dokumen rapat kerja Kementerian ESDM dengan Komisi XII DPR RI pada Senin (15/6/2026), program ini masuk dalam kelompok strategis infrastruktur pendukung ketahanan energi nasional pada Pagu Indikatif TA 2027.

Ditjen EBTKE telah menetapkan alokasi dana besar untuk merealisasikan rencana tersebut.

Dari total pagu infrastruktur Ditjen EBTKE sebesar Rp1,50 triliun, anggaran khusus pengadaan kompor listrik mencapai Rp815,56 miliar.

>>> Tensura Season 4 Episode 77 Tayang Pekan Ini, Rimuru Hadapi Dewan Barat

Proyek ini berjalan beriringan dengan agenda energi bersih strategis lain di bawah Ditjen EBTKE, seperti konversi motor listrik dengan dana Rp635,24 miliar dan pembangunan infrastruktur PLTMH senilai Rp58,58 miliar.