Piala Dunia 2026 resmi bergulir sejak 12 Juni 2026. Upacara pembukaan megah di Amerika Serikat menampilkan Shakira dan musisi global lainnya, menarik perhatian miliaran penonton.

Namun, kemilau stadion kontras dengan dominasi sponsor asing. Slogan lokal meredup, digantikan produk dan iklan korporasi China di sekitar arena.

in1

>>> Israel Perluas Zona Kendali Militer di Lebanon Selatan Hingga Dekat Nabatieh

Empat hari berjalan, turnamen diterpa skandal. FIFA tetap membayar gaji penuh wasit yang visanya ditolak AS karena alasan keamanan nasional.

Langkah ini dikritik sebagai pemborosan.

Isu rasisme muncul saat seorang petugas pertandingan menunjukkan gestur supremasi kulit putih. Tindakan itu terekam kamera dan viral, mencoreng kampanye anti-rasisme FIFA.

Polarisasi Politik dan Diskriminasi Timnas Iran

Suporter Iran terbelah antara pro-pemerintah dan diaspora yang menyuarakan kebebasan. Bentrokan verbal terjadi di tribune, sementara pemain memilih fokus pada pertandingan.

Setelah laga, timnas Iran dipaksa segera meninggalkan AS karena aturan visa darurat. Mereka harus memindahkan akomodasi ke perbatasan Meksiko, menuai kritik sebagai diskriminasi.

>>> INDEF: Produksi PLTS dan BESS Dorong Penyerapan Mineral Kritis

Rekam Jejak Skandal FIFA

Rentetan skandal 2026 menambah daftar hitam sejarah Piala Dunia. Publik kembali mempertanyakan komitmen FIFA pada keadilan.

Delapan skandal historis membekas, termasuk intervensi Mussolini 1934, konspirasi 1966, gol tangan Maradona 1986, dan korupsi FIFA Gate 2015.

Tragedi pekerja migran Qatar 2022 juga masih diingat.

Desakan Reformasi FIFA

Komunitas internasional mendesak reformasi total. Langkah pertama adalah transparansi investigasi wasit dan publikasi hasil etik.

Diperlukan asuransi geopolitik berupa perjanjian hukum yang mengikat negara tuan rumah. Hal ini untuk menjamin hak imigrasi dan keamanan semua peserta.

>>> Kemenkes Rekomendasikan 5 Bahan Tradisional untuk Redakan Batuk

Audit keuangan independen juga didesak untuk mencegah korupsi sistemik. FIFA diharapkan mengambil tindakan nyata mengembalikan kehormatan turnamen.