Kadar kolesterol tinggi sering dikaitkan dengan gaya hidup tidak sehat. Namun, ada faktor genetik yang juga berperan, yaitu hiperkolesterolemia familial (FH).

Kondisi ini menyebabkan kadar kolesterol jahat (LDL) melonjak tinggi sejak usia dini. Sayangnya, banyak penderita tidak menyadari kelainan ini karena gejalanya tidak khas.

in1

>>> Solo Siapkan Venue Basket Internasional Usai Kunjungan FIBA Asia

Menurut dr. Nancy Virginia, Sp.

JP(K), FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Mitra Keluarga Kemayoran, FH sering baru terdeteksi setelah timbul komplikasi fatal.

Penyakit jantung koroner atau serangan jantung pada usia muda bisa menjadi akibatnya.

Deteksi Dini dan Penanganan

Deteksi dini sangat penting untuk mengontrol LDL dan mencegah kerusakan organ lebih parah.

Pasien usia muda yang tampak sehat bisa memiliki kadar LDL di atas 200 mg/dL, bahkan lebih dari 300 mg/dL.

FH disebabkan oleh mutasi genetik yang mengganggu kemampuan tubuh mengatur kolesterol LDL. Karena bersifat keturunan, perbaikan pola hidup saja tidak cukup.

>>> Netflix Rilis Trailer The Last House, Duet Greta Lee dan Wagner Moura

Penderita memerlukan intervensi medis dengan obat-obatan, termasuk terapi intensitas tinggi atau kombinasi obat.

Tanpa penanganan, penumpukan LDL dapat menyumbat pembuluh darah jantung dan memicu serangan jantung atau stroke di usia muda.

Meski kasus FH di Indonesia masih jarang, dr. Nancy Virginia mengaku kerap mendengar laporan dari sejawat.

Namun, ia sendiri belum menangani serangan jantung pada usia muda yang spesifik akibat FH.

Serangan jantung pada usia 30-an kini makin sering ditemukan, tetapi mayoritas dipicu oleh kebiasaan buruk seperti merokok dan hipertensi.

>>> Empat Emiten Bagikan Dividen Yield Tinggi Mulai 18 Mei 2026

FH bukan penyebab utama yang paling sering.