Lionel Messi menjadi pusat kontroversi setelah lolos dari hukuman kartu merah dalam laga perdana Grup J Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Aljazair.

Pertandingan yang digelar di Stadion Arrowhead, Kansas City, pada Rabu (17/6/2026) itu menyisakan perdebatan sengit di kalangan netizen.

in1

>>> KEI Learning Gelar Workshop Google Spreadsheet AI Juni 2026

Insiden terjadi pada babak pertama ketika kapten tim Argentina itu terlihat jelas menginjak betis pemain Aljazair, Aissa Mandi.

Meski tekel tersebut tergolong keras, wasit dan video assistant referee (VAR) tidak memberikan sanksi apa pun kepada Messi.

Netizen Protes Keras

Keputusan pengadil lapangan itu memicu gelombang protes di media sosial. Banyak yang menuduh FIFA sengaja melindungi pemain bintang selama turnamen.

"Sangat jelas bahwa FIFA akan melindungi Messi lagi di Piala Dunia kali ini. Itu seharusnya dengan mudah mendapat kartu merah," ujar seorang netizen.

Kritik tajam terus mengalir karena pelanggaran tersebut dinilai sangat berbahaya dan berisiko mencederai lawan secara serius.

"Tidak mungkin ini bukan kartu merah. Bahkan Messi sendiri menyadari kesalahan besar yang dilakukannya.

>>> Piala Dunia 2026 Bergulir, Namun Diterpa Skandal dan Diskriminasi

Mereka bahkan tidak memberinya kartu kuning," sindir netizen lain.

Kekesalan publik semakin memuncak karena perangkat pertandingan dianggap abai dalam menegakkan aturan permainan.

"Ini jelas kartu MERAH untuk Messi. Hampir mematahkan kaki pemain itu.

Salahkan wasit dan VAR," kesal netizen lainnya.

Messi Cetak Hat-trick

Terlepas dari kontroversi, Messi tampil gemilang dengan mencetak hat-trick yang membawa Argentina menang telak 3-0 atas Aljazair.

>>> Israel Perluas Zona Kendali Militer di Lebanon Selatan Hingga Dekat Nabatieh

Tiga gol tersebut mengantarkan sang penyerang memimpin daftar pencetak gol terbanyak sementara Piala Dunia 2026, mengungguli Kylian Mbappe dan Erling Haaland yang mengoleksi dua gol.