Hong Kong menjadi saksi inovasi baru di dunia ritel dengan hadirnya minimarket yang sepenuhnya dioperasikan oleh robot humanoid.

Toko ini beroperasi 24 jam tanpa melibatkan satu pun staf manusia.

in1

>>> PT Surveyor Indonesia Perkuat Keandalan Sistem dan Kualitas Energi Nasional

Seluruh kegiatan operasional, mulai dari merapikan produk, memeriksa stok, hingga melayani transaksi, dikelola oleh robot bernama Xiao Gai.

Robot ini dikembangkan oleh perusahaan Galbot, yang memproduksi model AI besar untuk keperluan komersial dan ritel.

Robot Galbot G1 memiliki dua lengan fleksibel dengan tinggi antara 156 hingga 182 sentimeter.

Perangkat ini mampu menjangkau area setinggi 233–237 sentimeter dengan rentang lengan lebih dari 182 sentimeter.

Sistem sensor robot didukung kemampuan persepsi visual dan pendengaran yang optimal. Teknologi ini memungkinkan robot memahami instruksi, berinteraksi berbasis suara, serta mengenali target objek secara tepat.

>>> Dokter Ungkap Risiko Jantung Pelari Muda Pascakematian Peserta JAKIM

Proses manajemen inventaris, pemantauan stok, dan pengisian kembali barang di rak berlangsung otomatis.

Robot juga mampu menangani komoditas dengan perputaran cepat, termasuk penataan barang, pengambilan produk pilihan konsumen, hingga penyelesaian pembayaran di kasir.

Dampak terhadap Kunjungan Wisatawan

Minimarket ini berlokasi di kawasan tepi laut Hung Hom, salah satu destinasi wisata populer di Hong Kong.

Kehadiran ritel otomatis ini diproyeksikan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan hingga 40 persen karena daya tarik keunikannya.

>>> Messi Cetak Hat-trick, Samai Rekor Gol Klose di Piala Dunia 2026

Produk yang tersedia di toko robotik ini serupa dengan minimarket pada umumnya, meliputi makanan ringan, obat-obatan, minuman praktis, dan barang kebutuhan pokok harian.