PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).

Perusahaan produsen alat kesehatan diagnostik ini menargetkan raihan dana sebesar Rp62,74 miliar.

in1

>>> BPJS Kesehatan: Keaktifan Peserta JKN Tanjungpinang Capai 82 Persen

Berdasarkan informasi dari Stocksetup, PRDL akan menawarkan sebanyak 522,9 juta saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Masa penawaran awal atau book building dijadwalkan berlangsung pada 18-23 Juni 2026. Perseroan menetapkan kisaran harga penawaran sebesar Rp100 hingga Rp120 per saham.

Profil dan Lini Bisnis PRDL

PT Prodia Diagnostic Line Tbk berdiri sejak tahun 2010 dan menjadi salah satu pelopor produsen reagen serta instrumen diagnostik IVD dalam negeri.

Perusahaan ini terintegrasi dengan ekosistem bisnis Prodia yang bergerak di industri laboratorium kesehatan nasional.

Fokus operasional perseroan adalah menyediakan produk dan layanan diagnostik medis untuk rumah sakit, laboratorium klinik, fasilitas kesehatan pemerintah, klinik swasta, hingga institusi penelitian.

Saat ini, PRDL mengelola sekitar 1.083 SKU aktif yang diproduksi dengan merek sendiri, merek distributor, maupun merek prinsipal.

Jangkauan distribusinya telah mencakup 370 kabupaten/kota di 38 provinsi dengan melayani sekitar 7.611 pengguna akhir dari sektor publik dan swasta.

Aktivitas manufaktur dan perakitan alat kesehatan diagnostik PRDL terbagi ke dalam empat lini utama: Kimia Klinik, Hematologi, Imunologi dan Biomolekular, serta Instrumen Laboratorium.

>>> DPR Minta Negara Maksimalkan Momen Piala Dunia untuk Berantas Judi Bola

Selain manufaktur, PRDL juga menjalankan usaha perdagangan besar alat laboratorium, jasa kalibrasi, pengujian sarana kesehatan, serta pemeliharaan alat kesehatan.