Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mencatat tingkat keaktifan peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mencapai 82 persen pada 2026.

Angka tersebut melampaui target nasional sebesar 80 persen.

in1

>>> DPR Minta Negara Maksimalkan Momen Piala Dunia untuk Berantas Judi Bola

Asisten Deputi Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Kedeputian Wilayah II BPJS Kesehatan Jenal M. Sambas mengatakan capaian itu menunjukkan tingkat kepesertaan JKN di Kantor Cabang Tanjungpinang tergolong baik.

Meski demikian, Kota Tanjungpinang menjadi satu-satunya wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang yang belum mencapai cakupan kepesertaan minimal 98 persen untuk meraih status Universal Health Coverage (UHC).

"Untuk Kota Tanjungpinang memang masih menjadi pekerjaan rumah karena cakupan kepesertaannya belum mencapai rata-rata nasional.

Namun dari sisi keaktifan peserta, Alhamdulillah rata-rata di atas 80 persen, dengan Kota Tanjungpinang di angka 82 persen untuk keaktifan," kata Jenal di Batam, Kamis.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan, jumlah penduduk Kota Tanjungpinang pada semester II tahun 2025 tercatat sebanyak 241.266 jiwa.

Dari jumlah tersebut, cakupan kepesertaan JKN telah mencapai 97,86 persen dengan tingkat keaktifan peserta berada di angka 82 persen pada 1 Juni 2026.

Kantor Cabang BPJS Kesehatan Tanjungpinang mencakup lima kabupaten/kota, yaitu Kepulauan Anambas, Natuna, Bintan, Lingga, dan Tanjungpinang.

"Yang belum UHC di Kantor Cabang Tanjungpinang itu hanya Kota Tanjungpinang. Yang lainnya memenuhi, misalnya seperti Kepulauan Anambas yang mencapai 100 persen kepesertaan," kata Jenal.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang Nara Grace menjelaskan bahwa belum tercapainya UHC disebabkan masih adanya sekitar dua persen penduduk yang belum terdaftar sebagai peserta JKN.