>>> Turki vs Paraguay: Duel Hidup-Mati di Grup D Piala Dunia 2026

Menurut dia, BPJS Kesehatan bersama pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan cakupan kepesertaan, mulai dari kegiatan jemput bola hingga penyisiran data masyarakat di tingkat kelurahan dan desa.

in1

"Kami secara aktif melakukan jemput bola ke masyarakat, termasuk melalui kegiatan rutin di kelurahan dan desa.

Kami juga memiliki agen yang membantu melakukan penyisiran data agar masyarakat yang belum terdaftar bisa segera mendaftar sebagai peserta JKN," ujarnya.

Nara mengatakan salah satu kendala yang sering ditemui adalah ketidaksesuaian data kependudukan.

Ia menemukan bahwa banyak warga masih tercatat dalam data administrasi kependudukan, namun sudah tidak lagi berdomisili di Tanjungpinang dan tidak memperbarui data perpindahan penduduk.

"Pemerintah sering kesulitan menemukan penduduknya. Di data kependudukan masih ada, tetapi orangnya sudah pindah atau tidak diketahui keberadaannya.

Ini yang menjadi tantangan saat melakukan validasi data," katanya.

Selain itu, kesadaran masyarakat untuk menjadi peserta mandiri juga masih menjadi tantangan.

"Kebiasaan masyarakat kita, kalau belum sakit biasanya belum merasa perlu mendaftar. Padahal kepesertaan aktif sangat penting agar ketika membutuhkan layanan kesehatan tidak mengalami kendala," ujarnya.

>>> Mengenal Perbedaan Sunscreen Broad Spectrum dan Sunscreen Biasa

BPJS Kesehatan berharap dukungan seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, dapat membantu meningkatkan cakupan kepesertaan sehingga Kota Tanjungpinang dapat segera mencapai status UHC, sekaligus mempertahankan tingkat keaktifan peserta JKN di atas target nasional.