Timnas Turki akan menghadapi Paraguay pada laga kedua Grup D Piala Dunia 2026 di Stadion Levi's, Santa Clara, Sabtu (20/6) pukul 10.00 WIB.

Pertandingan ini menjadi momentum penting bagi kedua tim yang sama-sama menelan kekalahan pada laga pembuka.

in1

>>> Mengenal Perbedaan Sunscreen Broad Spectrum dan Sunscreen Biasa

Turki secara mengejutkan takluk 0-2 dari Australia, sementara Paraguay dihajar tuan rumah Amerika Serikat dengan skor telak 1-4.

Kekalahan tersebut membuat duel di Santa Clara berstatus hidup-mati.

Tim yang kembali gagal meraih poin akan berada dalam posisi sangat sulit untuk melangkah ke babak 16 besar.

Dengan sama-sama belum meraih poin, duel Turki kontra Paraguay diprediksi berlangsung terbuka dan penuh tekanan.

Bagi kedua tim, tiga poin bukan hanya soal menjaga peluang lolos, tetapi juga membuktikan bahwa kekalahan pada laga pertama hanyalah awal yang buruk, bukan akhir perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.

Turki Bawa Spirit Piala Dunia 2002

Turki datang ke pertandingan ini dengan kenangan manis Piala Dunia 2002, saat mereka mampu bangkit setelah kalah pada laga pertama dan akhirnya melaju hingga semifinal.

>>> Netflix Tayangkan Film Mertua Ngeri Kali Mulai Hari Ini

Kala itu, Turki mengawali turnamen dengan kekalahan 1-2 dari Brasil sebelum bermain imbang 1-1 melawan Kosta Rika dan menutup fase grup dengan kemenangan 3-0 atas China.

Hasil tersebut cukup untuk membawa mereka lolos ke babak gugur.

Situasi serupa kini kembali dihadapi skuad asuhan Vincenzo Montella. Kekalahan dari Australia membuat Turki wajib meraih hasil positif jika ingin menjaga peluang lolos ke fase berikutnya.

Semangat untuk bangkit juga didorong oleh perjuangan panjang yang mereka lalui menuju putaran final.

Turki harus menempuh jalur play-off setelah finis sebagai runner-up Grup E kualifikasi zona Eropa di belakang Spanyol.

Mereka kemudian menyingkirkan Rumania dan Kosovo untuk memastikan tiket ke Piala Dunia 2026.

>>> 4 Peringatan Penting yang Jatuh Setiap Tanggal 25 April

Dengan perjalanan yang tidak mudah tersebut, Turki tentu enggan mengakhiri petualangannya hanya sampai fase grup.